Digitalisasi Bisnis Meningkat di Tengah Pandemi, Data Center-nya Siap?

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 17:27 WIB
Data Center Lulea
Ilustrasi Data Center (Foto: Facebook)
Jakarta -

Project kerja sama strategis pertama antara Anthoni Salim dan PT DCI Indonesia, Tbk (DCI) dalam membangun kompleks hyperscale data center park bernama H2 sudah rampung dan siap memenuhi kebutuhan pasar.

Gedung H2-01 yang dibangun sejak Q4/2020 ini telah berstatus siap beroperasi dan menjadi bagian dari fasilitas data center hyperscale terbesar di Indonesia.

Acara soft opening gedung H2-01 dihadiri oleh Executive Director Salim Group - Axton Salim, President Director DCI - Toto Sugiri, dan Director PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur (DISM) - Ricky Garyati pada hari Kamis (21/10/2021).

H2 Data Center (PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur) didirikan pada tahun 2020 dan berkantor pusat di Jakarta. Sementara itu, pembangunan gedung data center berada di kawasan Pertiwi Lestari Industrial Estate, Karawang dengan total luas area sebesar 86 hektar. Gedung data center yang dinamai H2-01 didirikan setinggi 10 lantai, 6 lantai di antaranya merupakan data hall dengan total kapasitas sebesar 3.000 rack dan total daya listrik sebesar 15 MW.

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan total populasi sebesar 256 juta, namun hingga saat ini kapasitas data center per capita-nya salah satu yang terendah dibandingkan dengan negara lain di dunia.

Jika dibandingkan dengan negara lain di Asia, seperti contoh Jepang yang memiliki pertumbuhan data center di negaranya. Jika rata-rata konsumsi per capita adalah 10 watt, data center Indonesia dapat mengalami pertumbuhan mencapai 2.700 watt.

Dilansir dari Cushman & Wakefield, "Data Center in South East Asia poised for Rapid Growth", August 2019, dengan kehadiran data center H2 yang memiliki total luas area 791 hektar dan total kapasitas hingga 600 MW, H2 mampu berkontribusi sebesar 22%.

Bersambung ke halaman selanjutnya.