ADVERTISEMENT

Kartu Prakerja Diklaim Sukses Topang Masyarakat Bertahan Saat Pandemi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 22:40 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

Berkat kolaborasi ini, Program Kartu Prakerja mendapat rating pelatihan mencapai 4,9 dari skala 5. Sebanyak 95% peserta mengatakan pelatihan sesuai minat merela, 98% peserta mengatakan pelatihan meningkatkan kompetensi, 93% peserta mengatakan pelatihan dapat diaplikasikan di tempat kerja. Bahkan, 79% peserta menggunakan sertifikat pelatihan untuk melamar kerja, dan sepertiga dari yang menganggur kini sudah bekerja.

"Khusus untuk wirausaha, Program Kartu Prakerja sudah dihubungkan dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat, sehingga ini menjadi proses yang tersambung dari bagian prakerja sampai bisa mendapatkan modal untuk menjadi entrepreneur," ungkap Airlangga.

Airlangga menyampaikan pada semester II tahun 2021, lebih dari 1.600 pelatihan telah diajukan oleh 173 lembaga pelatihan. Pelatihan ini telah diperiksa dan dimonitor oleh Project Management Office (PMO) bersama tim ahli. Per hari ini, 440 jenis pelatihan dari 97 lembaga pelatihan masih terlibat aktif di dalam ekosistem Kartu Prakerja.

"Ini adalah hal yang baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada PMO Kartu Prakerja dan seluruh Mitra Kartu Prakerja. Adanya program ini menciptakan pasar baru yaitu pasar pendidikan online yang sebelum launching Program Kartu Prakerja, pasar ini tidak ada," kata Airlangga.

Di kesempatan tersebut, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Arif Kuncoro mengatakan Program Kartu Prakerja melalui pelatihan yang diberikan kepada para penerima merupakan investasi. Berdasarkan data, insentif yang diberikan setelahnya digunakan para penerima untuk membeli peralatan produksi.

"Hal ini tidak hanya menjadi investasi bagi para penerima tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas. Program Kartu Prakerja yang lebih banyak mengarah pada pelatihan digital marketing dan makanan/minuman, merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran yang match dan membantu stabilisasi inflasi," jelasnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Panut Mulyono mengatakan materi pelatihan pada Program Kartu Prakerja berisi skill dan kompetensi baru. Menurutnya, keduanya dapat digunakan untuk melakukan usaha baru dan menciptakan pasar yang semula belum dipikirkan.

"Ini menjadi sangat penting juga untuk para pekerja atau pencari pekerjaan yang ingin menyesuaikan skill yang sesuai dengan permintaan saat ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, hadir juga pada kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Wakil Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma jaya, Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Direktur Akademik Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia, dan Ketua Yayasan Indonesia Mengajar.


(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT