Evergrande Mulai Cicil Utang, Sri Mulyani Masih Was-was

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 11:16 WIB
Pertumbuhan ekonomi RI di kuartal II-2021 diramal tembus 7%. BI menyebut hal ini karena pemulihan di sektor pendukung turut mendorong ekonomi nasional.
Evergrande Mulai Cicil Utang, Sri Mulyani Masih Was-was
Jakarta -

Kabar baik datang dari pusaran krisis utang Evergrande. Raksasa properti China itu dikabarkan telah melakukan pembayaran sebagian utangnya.

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan krisis Evergrande masih perlu diwaspadai. Kondisi Evergrande bisa memengaruhi ekonomi dunia.

"Di china kasus Evergrande meski sudah bayar cicilan utang atau bunganya, belum selesai dan potensi perlambatan ekonomi di china pasti berdampak ke ekonomi dunia. Hingga ekonomi keseluruhan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (25/10/2021).

Sebelumnya dikabarkan oleh Securities Times, Evergrande telah melakukan pembayaran sebesar US$ 83,5 juta atau setara Rp 1,16 triliun (kurs Rp 14.000). Pembayaran itu untuk bunga obligasi berdenominasi dolar yang jatuh tempo bulan lalu.

Masa tenggang 30 hari untuk pembayaran utang itu berakhir pada hari Sabtu. Reuters melaporkan, sumber yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa Evergrande telah mentransfer dana tersebut ke pemegang obligasi. Namun pihak Evergrande belum memberikan pernyataan.

Setidaknya kabar ini memberikan sedikit kelegaan kepada investor dan analis. Mereka khawatir perusahaan raksasa properti itu di ambang kehancuran dan akan tergelincir ke jurang gagal bayar. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan berupaya untuk menenangkan investor luar negeri.

Sebelumnya, Evergrande telah bekerja untuk menyelesaikan beberapa urusannya dengan pemberi pinjaman domestik, namun tidak menunjukkan upaya pembayaran utangnya kepada investor internasional. Hal itu menjadi tanda bahwa prioritas perusahaan adalah investor China terlebih dahulu.

Lihat juga video 'Sri Mulyani Jelaskan 7 Agenda Keuangan yang Dibahas di KTT G-20':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/fdl)