ADVERTISEMENT

Perjalanan Tarif PCR dari Jutaan hingga Diminta Jokowi Turun Jadi Rp 300 Ribu

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 12:13 WIB
Meski Presiden Jokowi telah menurunkan harga tes PCR namun fakta di lapangan harga tersebut belum sesuai dengan instruksi.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tarif tes PCR turun menjadi Rp 300 ribu. Hal ini pun kemudian menjadi sorotan, lantaran tarif PCR pernah mencapai angka jutaan rupiah.

detikcom pun mencatat perjalanan turunnya tarif PCR ini dari waktu ke waktu. Berikut perjalanannya

1. Rumah Sakit Banderol Tarif PCR sampai Rp 2,5 Juta

Setiap rumah sakit atau fasilitas kesehatan mulanya menerapkan tarif yang berbeda-beda terhadap tes PCR ini. Besaran tarif yang dibebankan juga tergantung seberapa cepat hasil tes.

Satgas Penanganan COVID-19 pernah menyatakan, ada rumah sakit yang mematok harga tes PCR atau tes swab hingga Rp 2,5 juta. Padahal harga sekali pemeriksaan spesimen tidak lebih dari Rp 500 ribu.

"Demikian juga harga, ada rumah sakit yang mematok harga tes PCR swab sampai di atas Rp 2,5 juta. Padahal harga rutin atau harga yang bisa kita lihat sebenarnya tidak akan lebih dari Rp 500 ribu per unit atau per sekali pemeriksaan spesimen," kata Ketua Satgas COVID-19 saat itu Doni Monardo dalam rapat di Komisi VIII DPR, Kamis (3/9/2020).

2. Batas Atas PCR Ditetapkan Rp 900 Ribu

Tingginya harga tarif PCR yang tinggi sempat menuai polemik di masyarakat. Maka itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menerapkan batasan tarif tertinggi yang harus dibayar untuk pengujian PCR atau tes swab mandiri. Kemenkes menetapkan batas tarif tertinggi sebesar Rp 900 ribu pada tahun lalu.

"Tim kemenkes dan BPKN menyetujui batas tertinggi swab yang bisa kami pertanggungjawabkan kepada masyarakat yaitu Rp 900 ribu "ujar Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam konferensi pers di Youtube Kementerian Kesehatan, Jumat (2/10/2020).

Sebagai acuan, dalam perhitungan batas tertinggi, dihitung komponen yang terdiri atas jasa SDM, jasa pelayanan dokter, ekstraksi, pengambilan sampel.

Ditegaskan bahwa harga acuan ini diperuntukkan untuk masyarakat yang ingin melakukan tes mandiri, bukan kontak tracing. Tes swab ditanggung pemerintah jika telah mendapat rujukan dari rumah sakit atau ditemukan dari penelusuran kontak atau contact tracing.

Bersambung ke halaman berikutnya



Simak Video "Tarif Tertinggi PCR Jawa-Bali Jadi Rp 275 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT