Pemerintah Tekan Biaya Logistik Pakai Sistem Digital, Bagaimana Caranya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 20:30 WIB
Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng platform layanan logistik, Ritase untuk mengembangkan transformasi digital di sektor logistik. Digitalisasi ini salah satu tujuannya untuk mengurangi biaya logistik.

Penggunaan teknologi digital untuk pengembangan bisnis truk ini dilakukan oleh Direktorat Ekonomi Digital dengan menciptakan ekosistem yang mengusung konsep smart logistik.

"Salah satu tujuan sosialisasi ini antara lain bermanfaat untuk mengurangi biaya logistik, mempersingkat waktu pengiriman dan ketepatan jadwal, meminimalisir kerusakan, dan tentu saja yang paling penting adalah meningkatkan kualitas SDM dalam mensinkronkan aktivitas logistik sesuai dengan visi yang ingin dicapai," ungkap Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategis, Direktorat Ekonomi Digital, Layanan Aplikasi Informatika (APTIKA), Kominfo Wijayanto dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

Lebih lanjut dijelaskan pengembangan ekosistem logistik ini menyasar ke masyarakat menengah ke bawah, mulai dari driver sampai dengan para transporter di daerah, sehingga mampu membantu sektor strategis dalam bertransformasi serta mengadopsi teknologi digital sebagai solusi.

CEO & Founder Ritase Iman Kusnadi mengatakan melalui Ritase, maka pengiriman barang baik dari perusahaan, gudang dan truk bisa terkoneksi.

"Penggunaan teknologi pada sektor logistik menciptakan efisiensi. Ritase membuat sebuah platform logistik yang terkoneksi antara pengirim barang dan perusahaan jasa logistik, baik pergudangan maupun trucking. Buktinya apa yang konsumen rasakan sekarang di mana kami hadir di jalur darat, laut, dan udara," jelasnya.

Jadi, platform Ritase ini layanan logistik berbasis aplikasi mobile dan desktop yang menghubungkan antara pengirim barang (shipper) dan pengantar barang (transporter) melalui proses pengiriman yang bisa dimonitor secara langsung dan menggunakan sistem pelaporan yang detail. Hal ini mampu menjawab tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis di kawasan Jawa Tengah.



Simak Video "Jokowi Soroti Biaya Logistik RI Lebih Mahal Dibanding Tetangga"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)