UMKM Bisa Kebal Dampak Pandemi, Ini Buktinya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 11:08 WIB
Ilustrasi UMKM
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah melanda hampir dua tahun. Di tengah krisis, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mampu menunjukkan ketahanannya.

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam WeWo Webinar Series: Pemulihan Ekonomi Nasional yang bertajuk 'UMKM Sebagai Motor Penggerak Perekonomian'.

Teten mengatakan, berdasarkan survei Kemenkop UKM, UNDP, dan Indosat pada 2021 menunjukkan 45,3% UMKM masih bisa beroperasi penuh, 30,9% beroperasi sebagian, dan 24% tutup sementara.

"Lalu 10,9% UMKM yang disurvei menyebutkan diversifikasi usaha sebagai salah satu cara untuk menghadapi pandemi, lalu 26,1% UMKM merasakan pemasaran online dapat membantu ketahanan usaha," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

Teten mengatakan, sekitar 62% UMKM menggunakan platform online untuk memasarkan produk. Sebanyak 41,5% telah melakukannya sebelum pandemi, dan lainnya bergabung selama pandemi.

Pihaknya meyakini, ekosistem digital mendorong percepatan pemulihan ekonomi UMKM dan nasional. Pemerintah, kata dia, melakukan berbagai upaya untuk mendorong UMKM.

"Pemerintah, BUMN, dan usaha skala besar perlu bersinergi dalam membentuk ekosistem UMKM. Dalam meningkatkan kapasitas usaha UMKM, maka pemerintah melaksanakan program inkubasi bisnis yang berupa pelatihan, pendampingan dan bermitra dengan perguruan tinggi, startup, aggregator, dan organisasi inkubator bisnis lainnya. Pengembangan program pendampingan ini bekerjasama dengan inkubator bisnis perguruan tinggi dan swasta," ungkap Teten.

Perluasan akses pembiayaan juga dipacu, misalnya meningkatkan porsi kredit usaha rakyat (KUR) perbankan. Kemudian, UMKM dipermudah akses pembiayaan atau modal produktif melalui perusahaan peer to peer lending, angel investor, crowd funding, dan lainnya.

"Akses pembiayaan diperluas, porsi kredit perbankan kepada UMKM ditingkatkan 30% di 2024 dari 20%. Saya mengajak semua pihak berkolaborasi guna melahirkan wirausaha dan UMKM yang unggul dan inovatif dan berdaya saing tinggi ke depannya," ucap Teten.


Kini, jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terhubung ke ekosistem digital mencapai 15,9 juta unit, dibandingkan dengan 8 juta unit sebelum Maret 2020. Kemenkop UKM menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung ke dalam platform digital di 2024. Dengan terhubung ke ekosistem digital, akan menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk tumbuh ekspansif .

(acd/zlf)