Top! Batik Made in Bogor Sudah Tersohor ke Asia hingga Timur Tengah

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 14:28 WIB
Batik Made in Bogor Bukan Sekadar Kain Bermotif, Ini Filosofinya!
Foto: Dok. Dikhy Sasra/detikcom
Jakarta -

Kota Bogor ternyata menyimpan potensi ekonomi kreatif yang patut diacungi jempol. Salah satu contohnya adalah usaha batik milik Sri Ratna Handayani yang sukses merancang berbagai motif batik tentang kearifan lokal.

Berlokasi di Jalan Bogor Baru, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, batik yang berdiri sejak 2012 ini sudah menghasilkan setidaknya 80 motif batik cap maupun tulis, di mana 14 motif di antaranya sudah memiliki sertifikat hak paten.

Adapun sederet motif batik tersebut di antaranya, Laksana Sapaneja, Kalingga Murda, Patepung Lawung, Teratai, Istana Bogor, Tilu Sauyunan, Kijang Papasangan, Tunggul Kawung, Bogor Pisan, Cepot, Angkot hingga Lereng Kujang.

Menariknya lagi, usaha yang diberi merek Handayani Geulis Batik Bogor tersebut ternyata cukup populer. Tak hanya tersohor di pasar lokal, batik made in Bogor ini juga ternyata terkenal hingga internasional, bahkan menjadi langganan buah tangan tamu kenegaraan.

"Bisa dibilang hampir semua negara pernah ke sini. Kalau Asia, dari Malaysia, Singapura, Vietnam itu saya sudah punya customernya. Kemudian dalam kunjungan ke galeri ini setiap tahun saya rekap, ada Mesir ada Tanzania dan banyak lagi," ujar Pemilik Batik Geulis Bogor Sri Ratna Handayani kepada detikcom baru-baru ini.

Handayani juga mengungkapkan galeri batiknya ini sempat dikunjungi banyak tamu negara, salah satunya Parlemen Inggris yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Istana Bogor. Mereka berkunjung untuk mencari buah tangan khas Indonesia maupun Bogor yang berkesan.

"Iya pernah juga Parlemen Inggris, satu rombongan ke sini (galeri). Jadi dia waktu itu, mau ketemu Pak Jokowi (di Istana Bogor), tapi Pak Jokowi belum bisa nemuin rombongan jam 3, kemudian mereka ke sini dulu karena terlalu cepat (datangnya)," jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan sebelum pandemi menerpa, galeri nya ini kerap dikunjungi oleh banyak mahasiswa lokal maupun asing dari 40 negara dari Asia hingga Eropa. Mereka datang untuk belajar membatik dan juga mencari buah tangan.

Batik Made in Bogor Bukan Sekadar Kain Bermotif, Ini Filosofinya!Foto: Dok. Dikhy Sasra/detikcom

"Terus juga Korea sering ke sini, setiap tahun, setahun bisa 3 kali, jadi kalau mereka ke Jakarta, mereka pasti mampir sering ke sini. Misalnya mereka jadi mahasiswa tamu, di Prasetya Mulya gitu, sebelum pulang, jadi sering ke sini dulu," ungkapnya.

Dia menilai banyaknya kunjungan dari mancanegara tersebut sangat membantu pemasaran usaha batiknya yang telah dirintis kurang dari satu dekade ini. Hal ini juga menjadi tantangan baginya untuk terus memperkenalkan kearifan lokal Bogor lewat Batik.

"Saat ini Batik Handayani sudah berjalan 9 tahun lebih, jadi saya bersyukur omzet dari tahun ke tahun meningkat, bahkan hampir berpuluh-puluh kali lipat. Namun, hanya cukup menukik pas pandemi seperti semua," ungkapnya.

Sebagai informasi, Handayani Geulis Batik Bogor ini merupakan UMKM Mitra Binaan Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Antam Pongkor. Antam berkontribusi memberikan dukungan modal usaha sejak dari 2011, 2014 dan 2019. Selain itu, Antam juga memfasilitasi dalam promosi berupa pameran dari tingkat daerah sampai nasional yang rutin dilaksanakan nya setiap tahun.

"Saya bisa menyebutkan Antam adalah pemberi semangat saya untuk membatik, karena di Bogor itu, membatik itu aneh, tetapi begitu saya ketemu Antam, dan Antam memberi kepercayaan kepada saya, jadi semangat dan percaya diri meningkat, jadi mungkin kalau dulu saya nggak ketemu Antam mungkin aga susah juga ya tidak terbayang bisa seperti ini, dan saya syukuri Antam selalu men-support penuh kami terhadap kegiatan membatik," pungkasnya.

detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. Detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang

(akd/hns)