Brasil-China Jadi Saingan Industri Halal, Ma'ruf Amin: RI Harus Kerja Keras

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 15:29 WIB
Wapres Maruf Amin (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Jakarta -

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengungkap saat ini negara-negara dengan populasi penduduk muslim yang sedikit menjadi saingan dalam industri halal dunia. Negara-negara itu mulai dari Brasil, Thailand, Korea, dan China.

"Industri halal memiliki peran strategi dalam meningkatkan perekonomian nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya negara di dunia dalam mengembangkannya. Termasuk negara-negara memiliki populasi muslim yang relatif sedikit, seperti Brasil, Thailand, Korea, dan Tiongkok. Indonesia harus bekerja lebih keras bersaing dalam merebut pangsa pasar global industri halal," katanya dalam Opening Ceremony ISEF: Magnifying Halal Industries, Rabu (27/10/2021).

Meski demikian, ia menyebut posisi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sudah mendapatkan apresiasi dari dunia. Diungkapkan oleh Ma'ruf Amin berdasarkan data State of the Global Islamic Economy 2020/2021 bahwa indikator ekonomi syariah Indonesia terus membaik.

"Pada 2020 Indonesia menduduki nomor 4 dunia, di bawah Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirate Arab. State of the Global Islamic Economy menjadi referensi penting bagi semua negara di dunia, untuk mengembangkan ekonomi syariah ke depan," lanjutnya.

Ada sejumlah indikator yang menjadi penilaian dari lembaga tersebut yaitu, keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, industri fesyen muslim, obat-obatan halal, kosmetik halal, dan produk makanan halal. Dari indikator itu, disebutkan bahwa rata-rata Indonesia masuk ke peringkat 10 besar.

"Bahkan dua diantaranya masuk 5 besar dunia, yakni makanan dan minuman halal dan sektor fesyen atau pakaian muslim," tutur Ma'ruf Amin.

Melihat capaian prestasi tersebut, menurut Ma'ruf Amin bukan hal yang tidak mungkin bahwa Indonesia menjadi nomor satu pengembangan ekonomi dan keuangan syariah

"Dan menjadi lead dalam industri halal di masa mendatang," tutupnya.

(ara/ara)