Bakal Ada Superbike-MotoGP di Mandalika, 19 Desa Wisata Lombok Berbenah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 16:29 WIB
Indonesia akhirnya masuk dalam kalender balap sementara MotoGP 2022. Dalam kalender itu, Sirkuit Mandalika di NTB bakal jadi tuan rumah MotoGP pada awal musim.
Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta -

Indonesia bakal menjadi tuan rumah World Superbike (WSBK) 2021 dan FIM MotoGP World Championship (MotoGP) 2022 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok Nusa Tenggara Barat. Untuk mendukung gelaran itu, sejumlah desa di sekitar kawasan akan dikembangkan.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, Desa Wisata di Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Tengah menjadi bagian dari kebijakan prioritas nasional yang menetapkan 5 (lima) Destinasi Super Prioritas, salah satunya adalah DSP Mandalika di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pihaknya mendukung program prioritas tersebut dengan memfasilitasi pengembangan desa-desa penyangga SDP Mandalika dengan membangun Sarana dan Prasarana Pengembangan objek wisata di 19 Desa di 4 Kabupaten, yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara.

"Harapan saya tentu selain desa-desa penyangga ini menjadi wahana dalam mempromosikan Desa Wisata. Tujuan utamanya adalah (SDGS Desa) percepatan pencapaian pembangunan desa berkelanjutan," ungkapnya dalam keterangan yang diterima,

Hal itu dikatakannya saat meresmikan bantuan pengembangan objek wisata dan amenitas wisata di Sembalun Bumbung, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (27/10/2021).

Kementerian PDTT, lanjutnya, telah memberikan bantuan pengembangan objek wisata dan amenitas wisata di 156 Desa 94 Kabupaten di 28 Provinsi di Indonesia. Ia mengajak seluruh stakeholders bersama-sama bekerja keras, agar desa wisata desa-desa wisata mampu menarik minat wisatawan internasional maupun domestic untuk berkunjung dan menyerap produk-produk unggulan desa.

"Saya juga berharap BUMDesa, Desa Wisata, dapat memberikan kontribusi besar dalam penanganan kemiskinan ekstrem di desa. Sehingga kesejahteraan warga desa akan terwujud," ungkap Gus Menteri.

Dikatakannya, dalam mengelola desa wisata membutuhkan kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholders desa dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Sebagai contoh pada Desember tahun 2020 lalu, masyarakat sasaran program di Kabupaten Teluk Wandama, telah berhasil mengekspor rumput laut, ke Hongkong, sebanyak 20 ton, senilai Rp 390 juta. Kelompok sasaran program di Manokwari Selatan, berhasil melakukan eksport Biji Kakao Kering ke Inggris, sebanyak 6.000 Kg atau senilai Rp. 270 juta.

"Hingga tahun ini terdapat 6.284 Rumah tangga terlibat dalam kegiatan komunitas produsen, ada 4.260 petani yang dilatih, 39 produk unggulan yang kami dukung, di antaranya adalah kopi dan rumput laut. Sebanyak 144 Lead Firm telah bersedia membeli komoditas dari komunitas yang kami dampingi, di antaranya, sudah terbeli 27 ton kopi dan sebanyak 47.778 warga Papua yang bergantung dari hutan, telah menerima manfaat dari kerjasama ini," ungkapnya.



Simak Video "Kemenhub Siapkan Rekayasa Lalin Jelang World Superbike 2021 Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)