Kejar Utang BLBI Anak Soeharto, Sri Mulyani Tak Segan Ambil Tindakan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 17:11 WIB
Jakarta -

Nama Siti Hardianti Rukmana alias Tutut Soeharto dan Tommy Mandala Putra atau Soeharto masuk dalam daftar obligor dan debitur yang menjadi prioritas Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengungkapkan memang dua anak Soeharto tersebut sudah ada dalam daftar panggilan Satgas.

"Memang nama tersebut (Tutut dan Tommy Soeharto) sudah ada panggilan dan sudah ada kuasanya. Satgas sampaikan apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan, manakala tidak dapat sukarela bisa dilakukan dari tindakan," kata dia dalam konferensi pers, di kantor Kemenko Polhukam, Rabu (27/10/2021).

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memang mengejar pengutang dana BLBI. Tommy Soeharto telah dipanggil oleh Satgas BLBI yang dikomandoi anak buah Sri Mulyani, Rionald Silaban pada 26 Agustus 2021. Tommy Soeharto mengutus perwakilannya untuk menghadap Satgas BLBI.

Bersama Ronny Hendrato keduanya mewakili PT Timor Putra Nasional yang memiliki utang Rp 2.612.287.348.912,95.

Tutut Soeharto menjadi salah satu daftar pengutang BLBI yang jadi prioritas penanganan Satgas. Itu terungkap dari dokumen penanganan hak tagih negara dana BLBI tertanggal 15 April 2021.

Pada dokumen tersebut, Tutut mendapatkan dana BLBI melalui PT Citra Mataram Satriamarga, PT Marga Nurindo Bhakti, PT Citra Bhakti Margatama Persada.



(kil/fdl)