Cerita Erick Beratnya Urus BUMN: Harus Jadi Pelayan tapi Tetap Cuan

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 22:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir cerita sulitnya mengurus perusahaan pelat merah. Pasalnya keberadaannya berkewajiban memberikan pelayanan publik (public service), di sisi lain harus memberikan keuntungan untuk negara melalui pajak hingga dividen.

"Kadang-kadang kami di BUMN dituntut tidak hanya sebagai korporasi, tapi juga sebagai public service obligation. Di era seperti ini mau tidak mau kita harus shifting bagaimana kami terus bertransformasi, kita coba pastikan BUMN ini tetap sehat," kata Erick di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Tantangan mengurus BUMN semakin berat dengan adanya pandemi COVID-19. Bagaimana tidak, hampir semua bisnis terdampak.

"Dengan kondisi COVID-19 yang sulit, 90% BUMN terdampak. Kita harus makin efisien," tuturnya.

"Di era seperti ini mau tidak mau kita harus shifting bagaimana kami terus bertransformasi, kita coba pastikan BUMN ini tetap sehat," tambahnya.

Dengan segala keunggulan operasional dan efisiensi, pada 2020 BUMN disebut mampu berkontribusi untuk pemasukan negara hingga Rp 377 triliun yang berasal dari pajak hingga dividen.

"Kalau 2021 dibanding 2020 hasilnya juga secara pendapatan kita meningkat Rp 96,5 triliun. Kita bisa buktikan dengan hal yang lebih efisien. Kalau kemarin di semester I laba bersihnya Rp 6 triliun, hari ini baru semester I saja sudah Rp 26 triliun," tuturnya.

(aid/dna)