Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Laba Twitter Anjlok Usai Bayar Gugatan Rp 11,5 T

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 09:38 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Twitter melaporkan telah kehilangan lebih dari setengah miliar dolar sepanjang kuartal III-2021. Laba raksasa media sosial ini turun US$ 537 juta atau Rp 7,62 triliun (kurs Rp 14.200).

Bagai jatuh tertimpa tangga, kehilangan ini dialami Twitter setelah perusahaan tersebut membayar US$ 809,5 juta atau sekitar Rp 11,5 triliun untuk menyelesaikan gugatan yang sudah berjalan lama.

Mengutip BBC, Kamis (28/10/2021), sebelumnya raksasa media sosial itu dituduh menyesatkan investor atas keterlibatan pengguna pada tahun 2015. Gugatan menyebut Twitter menyesatkan investor tentang berapa banyak pengguna yang aktif di platform setiap bulan serta seberapa sering mereka melihat linimasa Twitter.

Namun terlepas dari kerugian selama kuartal III serta pembayaran klaim ini, pendapatan kuartalan perusahaan ini berhasil tumbuh hingga 37%. Pertumbuhan ini didorong keberhasilan mengatasi dampak dari perubahan privasi Apple yang menghantam saingannya seperti Snap dan Facebook.

Sentimen ini telah membuat saham Twitter naik 3%. Kondisi ini sungguh jauh berbeda dengan saingannya Snap, yang sahamnya anjlok 25% minggu lalu.

Twitter meraup laba sebesar US$ 1,14 miliar atau sekitar Rp 16,18 triliun dalam pendapatan iklan selama kuartal tersebut.

Chief Financial Officer Twitter, Ned Segal mengatakan dalam konferensi dengan para analis bahwa platform tersebut memperluas bisnis periklanan yang ditargetkan, seperti dengan memperkenalkan topik yang dapat diikuti pengguna di Twitter.

"Banyak dari ini adalah peluang yang ada di depan kita," katanya.

(ara/ara)