Jadi Tuan Rumah WSBK-MotoGP, Lombok Bakal Banjir Homestay hingga Kios UKM

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 16:09 WIB
Kelak-kelok Sirkuit Mandalika yang Sudah Resmi Ganti Nama
Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta -

Indonesia akan menjadi tuan rumah World Superbike (WSBK) 2021 dan FIM MotoGP World Championship (MotoGP) 2022 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menyambut gelaran tersebut 19 desa mendapatkan guyuran bantuan.

Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) membangun sarana dan prasarana di 19 desa di kawasan sekitar Lombok.

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Sugito mengatakan, potensi luar biasa pariwisata yang dimiliki Pulau Lombok harus didukung dengan penguatan infrastruktur objek dan amenitas desa wisata. Serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui pelatihan rumah tinggal (homestay), kuliner dan pemandu wisata.

Dari segi penguatan infrastruktur objek dan amenitas desa wisata, Kemendes memfasilitasi desa-desa penyangga Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika dengan membangun sarana dan prasarana di 19 Desa di 4 Kabupaten, yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara.

"Industri pariwisata adalah industri yang dinamis, inovatif dan kreatif. Maka dari itu kami terus berusaha mempercepat kemandirian desa, melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung dan kapasitas pelaku wisata di wilayah penyangga DSP Mandalika," ujar Sugito dalam keterangannya.

Hal itu dikatakan Sugito di sela rangkaian kegiatan peresmian bantuan pengembangan objek desa wisata, rapat evaluasi pengembangan objek wisata desa dan pelatihan hospitality, di Desa Senaru, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (28/10/2021).

Sugito menjelaskan, ke-19 desa wisata di Lombok, antara lain Desa Selong Belanak, Desa Kopang Rembiga, Desa Bilibante, Desa Aik Dareq, Desa Kembang Kuning, Desa Sembalun, Desa Pringgasela, Desa Seruni Mumbul, Desa Sembalun Bumbung, Desa Paremas, Desa Sugian, Desa Mamben Baru, Desa Senaru, Desa Malaka, Desa Jenggala, Desa Pemenang Barat, Desa Sesaot, Desa Sekotong Tengah dan Desa Sedau.

Bantuan yang diberikan dibagi menjadi dua, pertama bantuan yang mendukung infrastruktur obyek wisata antara lain pembangunan jalan lingkungan, homestay, kios dan kedai serta gazebo.

Kedua adalah bantuan yang mendukung amenitas wisata, antara lain, pembangunan toilet umum, balai kesenian, penyediaan sarana dan prasarana pendukung TIK, serta bangunan pendukung lainnya.

"Selain bantuan infrastruktur, desa wisata penyangga mendapatkan pelatihan agar dapat memaksimalkan keramahtamahan dengan memberikan kesan yang terbaik kepada wisatawan mancanegara dan domestik yang datang ke Lombok saat WSBK dan Moto GP nanti," jelas Sugito.

Pengamat Pariwisata, Dodi Riadi menambahkan, kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi para pelaku usaha pariwisata di bidang homestay, kuliner dan pemandu wisata dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM dalam pengembangan pariwisata desa.

Tiga kategori tersebut bertujuan untuk menyediakan produk pariwisata dan SDM yang berbasis pada potensi lokal, dengan mengedepankan keramahtamahan disemua lini, seperti pelayanan homestay, aktivitas kepemanduan wisata dan pelayanan fasilitas makan dan minum dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha dan lembaga desa wisata.

"Karena saat ini pariwisata telah menjadi salah satu sektor prioritas yang strategis dalam membangun perekonomian Indonesia," imbuh Dodi.

(acd/zlf)