Ekonomi AS Diramal Melesat Setelah Varian Delta Berhasil Dihambat

Elsa Azzahra - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 18:05 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III diprediksi akan terhambat akibat merebaknya virus COVID-19 varian Delta. Hal ini juga diduga akan membuat terganggunya rantai pasokan global dan peningkatan pada inflasi.

Selain merebaknya varian Delta akibat pandemi COVID-19, stimulus fiskal yang surut dan dampak dari Badai Ida yang menghancurkan produksi energi lepas pantai AS pada akhir bulan Agustus, juga ikut serta membebani perekonomian.

Namun di sisi lain tanda-tanda meningkatnya aktivitas perekonomian AS diyakini akan tumbuh menjelang kuartal ke IV seiring berkurangnya penyebaran virus COVID-19 varian Delta ini.

"Kita akan melihat pertumbuhan kembali meningkat pada kuartal keempat dan paruh pertama tahun depan karena efek varian Delta mulai berkurang. Itu tidak berarti bahwa kita tidak akan memiliki gelombang COVID di masa depan, tetapi dengan setiap gelombang yang lewat, biaya ekonomi terus berkurang." Kata Ekonom Senior Moody's Analytics di West Chester Pennsylvania, Ryan Sweet dikutip dari Reuters, Kamis (28/10/2021).

Optimisme pemerintah AS tentang peningkatan perekonomian pada kuartal IV juga meyakini pertumbuhan PDB yang kemungkinan meningkat 2,7%, hal ini mengacu pada suvey ekonomi yang dilakukan Reuters sebelum dilakukan rilis data pada hari Rabu, dimana pada saat itu menunjukan pelebaran tajam dalam defisit perdagangan barang pada bulan September.

Terkait besarnya defisit perdagangan barang membuat beberapa bank Wall Street memangkas perkiraan peningkatan PDB mereka. Termasuk Goldman Sachs yang memangkas setengah poin persentase ke tingkat 2,75%, sedangkan Reserve Atlanta memangkas 0,2% dari tinggat 0,5%.

Kembali pada melambatnya pergerakan ekonomi AS pada kuartal III, diduga bulan September menjadi bulan terburuk untuk produksi kendaraan bermotor. Belanja konsumen yang turut menyumbang lebih dari dua pertiga kegiatan ekonomi AS juga diperkirakan akan terhenti setelah laju pertumbuhan yang kuat sebesar 12% pada kuarta II.

Varian Delta ini juga membatasi pengeluaran masyarakat AS untuk keperluan layanan seperti perjalanan udara dan pembelian makanan.

Tapi tenang saja, secercah harapan nampak sudah terlihat jelas. Gelombang musim panas virus COVID-19 sudah terlewat dan menurun secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Vaksinasi dan kesehatan masyarakat juga turut membaik.

(dna/dna)