Kebijakan Buka Impor Pupuk Keliru

Kebijakan Buka Impor Pupuk Keliru

- detikFinance
Kamis, 20 Apr 2006 15:54 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah membuka impor pupuk guna menutupi defisit pasokan pupuk dinilai DPR merupakan kebijakan yang keliru. Impor pupuk malah akan menaikkan harga pupuk dalam negeri."Karena akan banyak pedagang yang berspekulasi menahan pupuknya, menunggu banjirnya pupuk dari luar negeri yang harganya jauh lebih tinggi dari pupuk dalam negeri yang Rp 1.050 per kilogram," kata Anggota DPR Ade Komaruddin di sebuah restoran, Senayan, Jakarta, Kamis (20/4/2006).Rencana impor ini, kata Ade, mengakibatkan pasar internasional bereaksi dengan menaikkan harga pupuk nasional. Mengingat selama ini Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor pupuk."Sehingga dengan beralihya Indonesia menjadi importir, dunia luar akan beranggapan telah terjadi defisit pupuk," tukasnya. Nantinya negara juga akan dirugikan dua kali, yakni dari sisi subsidi dan keluarnya devisa negara.Seharusnya kelangkaan bisa diatasi dengan dibentuknya holding pupuk yang tugasnya tidak berfungsi ganda menjadi operator. "Ini holding investment yang mengurusi masalah gas dan kebijakan distribusi pupuk," katanya.Holding ini nantinya akan memantau rayon/daerah mana yang mengalami kekurangan. Makanya holding ini yang akan menginstruksikan produsen pupuk yang tidak khusus menangani rayon tersebut untuk memenuhinya.Dia meminta agar rayonisasi pupuk tidak perlu dirombak, tetapi hanya cukup dibuat lebih fleksibel saja. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads