Disidak Kemnaker, Campuspedia Janji Kembalikan Denda Resign Anak Magang

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 31 Okt 2021 17:15 WIB
campuspedia
Foto: Esti Widiyana
Jakarta -

Campuspedia berjanji akan mengembalikan uang denda anak magangnya. Perusahaan tersebut terungkap mengenakan denda Rp 500 ribu kepada anak magang jika keluar sebelum masa magang selesai.

Komitmen tersebut diperoleh setelah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan inspeksi mendadak pada Sabtu (30/10) ke Campuspedia yang berlokasi di Surabaya. Sidak dilakukan melalui Direktur Bina Penyelegaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan, Ditjen Binalavotas dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3).

Dari hasil sidak tersebut, tim Binwasnaker dan K3 memastikan bahwa informasi yang beredar terkait pemberian gaji yang kecil dan pemberlakuan denda kepada peserta magang adalah benar.

"Dari penjelasan CEO Campuspedia, saudara Akbar Maulana, kita mendapatkan informasi bahwa memang benar apa yang beredar sebagaimana diinformasikan, tapi hal yang berkaitan dengan denda 500 ribu itu memang diakui pernah terjadi seperti itu," kata Direktur Pemagangan, Ali Hapsah melalui keterangan tertulis, Minggu (31/10/2021).

Namun, lanjut Ali, pihak Campuspedia menyadari bahwa tindakan yang dilakukannya tidak tepat dan berencana mengembalikan dana denda kepada peserta magang.

"Ada niat baik dari mereka untuk mengembalikan dana itu kepada orang-orang yang pernah memberikan. Namun, meskipun ada (aturan) denda, tidak serta merta denda itu dibayarkan oleh peserta magang. Ada yang membayarkan, ada yang tidak membayarkan," ujarnya.

Dia menjelaskan, para peserta magang di Campuspedia merupakan para mahasiswa. Pemagangan dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta.

Menurutnya, pemagangan yang dilakukan oleh orang yang sedang mencari ilmu seperti mahasiswa tidak terkait dengan perhatian (concern) Kemnaker. Sebab sebagaimana pemagangan yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2020, pemagangan menyasar para pencari kerja dan pekerja untuk meningkatkan kompetensinya.

"Sehingga dalam konteks ini sebenarnya kurang relevan dengan concern kita. Meskipun demikian, kita tetap memberikan arahan agar aturan yang ada di Permenaker bisa menjadi acuan, sehingga hasil yang diharapkan dari proses magang itu betul-betul bisa didapatkan," tambahnya.

Simak Video: Anak Magang Campuspedia: Diupah Rp 100 Ribu, Disuruh 'Riset' Perusahaan Lain

[Gambas:Video 20detik]



(toy/dna)