ADVERTISEMENT

Duet BUMN Garap Lahan Tebu 4.000 Ha

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 31 Okt 2021 18:28 WIB
BULANDSHAHR, UTTAR PRADESH, INDIA - JANUARY 15: Farmers work at a jaggery (a thick cane sugar made from concentrated sugar cane juice) making plant on January 15, 2021 in Bulandshahr, India. As protests against a a wide-ranging farm reform bill continue and Indian farmers blockade roads leading into Delhi, their families have been left to tend to the land and take care of day to day operations on the small farms that produce a vast amount of the fresh food bound for the capital. Women, traditionally in charge of looking after the household, have taken to farming, and as India descends into winter, circumstances have turned to a struggle for both farmers at the protests and their relatives on the land. Indias Supreme Court has put the new laws on hold, ordering both sides to mediate and submit a report within two months. (Photo by Anindito Mukherjee/Getty Images)
Foto: Getty Images/Anindito Mukherjee
Jakarta -

Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sepakat melakukan kerja sama pengembangan lahan tebu di sejumlah wilayah operasi RNI dan PTPN Group.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang digelar pada 28 Oktober 2021 lalu.

Pengembangan lahan tebu ini diantaranya berlokasi di perkebunan milik anak perusahaan PTPN III di wilayah Kabupaten Subang (Jawa Barat) dan Kabupaten Ngawi serta Malang (Jawa Timur) dengan potensi pengembangan seluas lebih dari 4.000 Hektar.

Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan bahwa PTPN sebagai BUMN yang berperan dalam menjaga ketahanan pangan (food security).

Serta, memiliki tanggung jawab dalam mengimplementasikan salah satu dari 88 program prioritas strategis yang dicanangkan Kementerian BUMN yaitu mewujudkan swasembada gula konsumsi.

"Tanggung jawab kami dalam klaster perkebunan adalah menjaga ketahanan pangan nasional (food security) dan mewujudkan swasembada gula konsumsi, meningkatkan produktivitas tebu, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (31/10/2021).

"Melalui sinergi antara PTPN III dan PT RNI ini maka diharapkan akan terbangun komitmen dan kekuatan sehingga tujuan dari peran masing-masing perusahaan dalam klaster perkebunan dan klaster pangan dapat segera terwujud," tambahnya.

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan kerja sama ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk terus melakukan transformasi ekosistem pangan. Pada kesempatan ini komoditas gula sebagai bagian dari transformasi industri gula nasional.

"Sinergi ini wujud transformasi pangan pada komoditas gula, melalui optimalisasi lahan tebu dan peningkatan peran petani tebu rakyat sebagai bagian dari transformasi gula nasional," jelas Arief.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT