Mengintip Budi Daya Udang Vaname Ramah Lingkungan, Bagaimana Caranya?

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 08:24 WIB
Budi daya udang Panama belum banyak digeluti kalangan petambak. Meski berpotensi peroleh untung tinggi, budi daya udang ini juga punya risiko gagal cukup tinggi
Ilustrasi/Foto: Imam Suripto/Detikcom
Jakarta -

Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang berada di Jembrana, Bali tengah membuat sistem budi daya udang Vaname ramah lingkungan (green shrimp farming). Langkah ini diinisiasi oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono.

Chief expert Elon Research Center Doktor Joe Vito Corleone menjelaskan bahwa konsep green shrimp farming tidak menggunakan bahan kimia sintetis serta memiliki SPAB (Sistem Pengelolaan Air Buangan) yang mampu meminimalkan N dan P yang jadi penyebab terjadinya eutrofikasi di laut.

"SPAB KBN Jembrana memiliki konsep Biological Process menggunakan Nitrification Bacterial dan Marine Plant sebagai biofilter dengan desain pengendapan berlapis. Hasil pengendapan bisa digunakan sebagai pupuk hayati tanaman yang kaya nutrisi dan organik," kara Doktor Joe, Selasa (2/11/2021).

SPAB KBN Jembrana dirancang oleh pencipta Ultra Intensive Aquagriculture Technology for Vannamei Shrimp, Dr. Joe Vito Corleone dan Dr. Wendi Tri Prabowo.

"Diharapkan SPAB ini diadopsi oleh para pelaku usaha tambak udang Vaname untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan laut," pintanya.

Sebagai informasi, market udang vaname di dunia cenderung tinggi dan harganya relatif stabil dibanding komoditas lainnya. Eksportir malah terkadang kekurangan pasokan karena pasokan masih terbatas

Lihat juga Video: Belajar dari YouTube, Kakak-Adik di Gowa Kembangkan Selada Hidroponik

[Gambas:Video 20detik]




(ara/ara)