ADVERTISEMENT

Bertemu Jokowi, PM Inggris Sepakat Investasi Rp 130 Triliun di RI

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 09:25 WIB
Presiden Jokowi bertemu dengan PM Inggris Boris Johnson dan Sekjen PBB Antonio Guterres untuk berfoto bersama. (Foto:UNFCCC)
Foto: Presiden Jokowi bertemu dengan PM Inggris Boris Johnson dan Sekjen PBB Antonio Guterres untuk berfoto bersama. (Foto:UNFCCC)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26, di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, pada Senin, 1 November 2021.

Sebelum melakukan pertemuan itu, keduanya telah melakukan pembicaraan melalui telepon pada 25 Oktober 2021 yang lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Johnson sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara, terutama di bidang ekonomi. Jokowi menyatakan bahwa Indonesia akan fokus pada kerja sama di bidang ekonomi hijau.

"Saya ingin memfokuskan hubungan kita pada kerja sama ekonomi hijau. Investasi hijau dan teknologi yang terjangkau adalah kunci transisi ekonomi," ujar Jokowi dilansir dalam keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (2/11/2021).

Pertemuan dengan CEO Inggris ini diharapkan dapat mengakselerasi realisasi komitmen investasi perusahaan yang hadir dalam pertemuan yang mencapai US$ 9,29 miliar atau setara Rp 131,9 triliun (kurs Rp 14.200) guna mendukung percepatan transisi energi dan ekonomi hijau di Indonesia.

"Sekali lagi, Indonesia selalu jalankan komitmennya. Indonesia tidak suka membuat retorika. Tapi kami terus bekerja untuk memenuhi komitmen. Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan apresiasi komitmen investasi Bapak-Ibu sekalian ke Indonesia sebesar US$ 9,29 miliar. Indonesia siap menjadi mitra yang baik bagi investasi anda," kata Jokowi.

Lanjut ke halaman berikutnya

Sementara itu, Johnson menyampaikan ketertarikan Inggris untuk melakukan investasi di Indonesia dengan prioritas untuk mendukung transisi ekonomi Indonesia. Kepada Presiden Jokowi, PM Johnson bahkan menyatakan pentingnya dukungan berupa investasi hijau, dukungan multilateral development banks, dan teknologi hijau yang terjangkau.

Oleh karena itu, Inggris, lanjut Johnson, akan mempersiapkan kredit ekspor yang dapat digunakan untuk mendukung kerja sama transisi ekonomi dengan Indonesia. Pertemuan bilateral kedua pemimpin negara tersebut akan ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis guna membuat daftar kerja sama yang diprioritaskan serta model pendanaannya.

Komitmen Johnson ini sejalan dengan komitmen para investor seperti terlihat dalam CEOs Forum yang berlangsung pagi tadi.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Duta Besar RI untuk Inggris, merangkap Irlandia dan International Maritime Organization Desra Percaya.



Simak Video "Boris Johnson Sebut Negara G-7 Siap Berurusan dengan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT