Kenapa Singapura Tidak Masuk G20? Begini Penjelasannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 14:46 WIB
View of the merlion statue of Merlion Park, and the financial district in downtown Singapore. The merlion is a symbol and mascot of Singapore.
Foto: Getty Images/Marcus Lindstrom

Dia melanjutkan, pertimbangan populasi juga menjadi penting untuk masuk ke dalam negara G20. Singapura cuma memiliki populasi sebesar 5,6 juta, jauh lebih kecil daripada Indonesia yang memiliki populasi hingga 273 juta orang.

"Kita dianggap penting di G20 karena penduduknya banyak," ujar Bhima.

Singkatnya, kapasitas ekonomi dan jumlah penduduk Singapura menjadi alasan kenapa Singapura tidak masuk G20.

Meski demikian, Bhima mengatakan ekonomi Singapura memang lebih maju kalau dilihat dari pendapatan per kapitanya. Pendapatan per kapita ini juga yang menentukan negara berada di level negara maju atau tidak.

"Pendapatan per kapita Indonesia tahun 2020 sebesar US$ 3.869. Sementara Singapura US$ 59.797, jelas mereka adalah negara maju," sambung Bhima.

Di sisi lain, walaupun Singapura tidak masuk G20, di beberapa konferensi tingkat tinggi, Singapura tetap diundang dan diminta hadir. Dalam keterangan yang ada pada situs pemerintahan Singapura dijelaskan negara itu biasanya diundang sebagai perwakilan Convenor of the Global Governance Group (3G).

3G adalah pengelompokan informal 30 anggota kecil dan menengah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didirikan oleh Singapura pada tahun 2009. Kegiatan mereka adalah mempromosikan dialog yang lebih besar antara G20 dan keanggotaan PBB yang lebih luas.

Sudah paham belum kenapa Singapura tidak masuk G20?



Simak Video "Momen Pemimpin G20 Lempar Koin di Air Mancur Trevi"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/ara)