Sederet Gerai Matahari Tutup Sepanjang 2021

ADVERTISEMENT

Sederet Gerai Matahari Tutup Sepanjang 2021

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 15:57 WIB
Sektor usaha termasuk ritel tak luput dari hantaman pandemi COVID-19. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bahkan merugi hingga Rp 617 miliar akibat pandemi.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Pandemi COVID-19 secara nyata memberikan dampak bagi keberlangsungan hidup sektor usaha. Satu per satu ritel raksasa terpaksa menutup gerai untuk menyelamatkan gerai lainnya.

Hal itu pun terjadi bagi Matahari Departemen Store Tbk (LPPF). Berdasarkan laporan keuangan LPPF pada 28 April 2021, perusahaan akan menutup 13 gerai di tahun 2021.

Saat itu mereka memiliki 147 gerai yang terdiri dari 124 gerai reguler dan 23 gerai dalam pengawasan.

Berdasarkan catatan detikcom, Penutupan gerai diawali dengan beberapa kota besar seperti Bogor, Bandung, Yogyakarta hingga Jakarta. Pihak perusahaan menuturkan akan menutup gerai di masing-masing kota itu.

Adapun penutupan gerai di Bogor, tepatnya terjadi di SM Bogor. Pengumuman resmi penutupan gerai Matahari Bogor diumumkan pada September 2021 lalu. Kemudian pada bulan ini, mereka menutup gerai Matahari di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store, Miranti Hadisusilo mengatakan, penutupan gerai di beberapa kota besar itu sejalan dengan rencana perusahaan. Awalnya, jumlah gerai yang ditutup sejak awal tahun baru 4 gerai, namun kemudian bertambah satu setelah penutupan gerai Matahari Pasar Baru, Jakarta Pusat, sehingga total penutupan gerai sejak awal tahun menjadi 5 gerai.

"Iya benar. Penutupan tersebut sejalan dengan rencana Perseroan sebelumnya yang akan menutup gerai-gerai yang tidak perform," kata Miranti kepada detikcom, Selasa (2/11/2021).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Sementara itu, pihak perusahaan meyakini dari setiap penutupan gerai tidak akan memberikan dampak bagi pegawai misalnya seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dia mengatakan, pegawai akan dipindahkan ke beberapa gerai terdekat.

"Karyawan kami alihkan ke gerai-gerai terdekat, tidak ada yang di PHK," ujarnya.

Penutupan gerai tersebut memiliki sebab musabab yaitu karena kondisi keuangan Matahari yang kurang baik. Sepanjang kuartal I-2021, perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp 95 miliar, lebih besar dibandingkan rugi bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp 93 miliar.

Rugi bersih ini didapat usai manajemen mencatatkan penjualan kotor mencapai Rp 2,07 triliun pada kuartal I-2021, angka itu lebih rendah 23,6% dari tahun 2020 dan lebih rendah 37,4% dari tahun 2019.

Sementara angka penjualan bersih, Matahari mencatatkan sebesar Rp 1,16 triliun atau 25,0% lebih rendah dari tahun 2020 dan 39,7% di bawah realisasi 2019.

Chief Financial Officer Matahari, Niraj Jain mengatakan bisnis perusahaan selama kuartal I-2021 masih terdampak oleh PSBB ketat yang berlaku hingga 8 Februari 2021, kemudian berlanjut dengan PPKM berskala mikro sampai saat ini diterapkan.

"Kami terus beroperasi dalam situasi makro yang menantang. Kami memastikan pengendalian yang ketat atas beban operasional dan belanja modal," katanya beberapa waktu yang lalu.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT