3 Fakta Singapura Tidak Masuk Negara G20

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 19:00 WIB
Singapore, Singapore - December 22, 2013: The Merlion fountain lit up at night in Singapore.
Foto: Getty Images/Vincent_St_Thomas

2. Populasi Tidak Besar

Dia melanjutkan, pertimbangan populasi juga menjadi penting untuk masuk ke dalam negara G20. Singapura cuma memiliki populasi sebesar 5,6 juta, jauh lebih kecil daripada Indonesia yang memiliki populasi hingga 273 juta orang.

"Kita dianggap penting di G20 karena penduduknya banyak," ujar Bhima.

Singkatnya, kapasitas ekonomi dan jumlah penduduk Singapura menjadi alasan kenapa Singapura tidak masuk G20.

Meski demikian, Bhima mengatakan ekonomi Singapura memang lebih maju kalau dilihat dari pendapatan per kapitanya. Pendapatan per kapita ini juga yang menentukan negara berada di level negara maju atau tidak.

"Pendapatan per kapita Indonesia tahun 2020 sebesar US$ 3.869. Sementara Singapura US$ 59.797, jelas mereka adalah negara maju," sambung Bhima.

3. Daftar Negara G20

Negara-negara anggota G20 mempunyai posisi yang strategis di dunia. Totalnya ada 19 negara dan satu persekutuan Uni Eropa dalam G20.

Semua negara yang tergabung mempunyai representasi dari 85% perekonomian dunia, 80% investasi global, 75% perdagangan internasional, dan 60% dari populasi dunia.

Berikut negara anggota G20:

1. Australia

2. Argentina

3. Brasil

4. Kanada

5. China

6. Uni Eropa

7. Jerman

8. Prancis

9. India

10. Indonesia

11. Italia

12. Jepang

13. Meksiko

14. Arab Saudi

15. Rusia

16. Afrika Selatan

17. Korea Selatan

18. Turki

19. Inggris

20. Amerika Serikat (AS)



Simak Video "Momen Pemimpin G20 Lempar Koin di Air Mancur Trevi"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/ara)