3 Fakta Singapura Tidak Masuk Negara G20

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 19:00 WIB
Singapore, Singapore - December 22, 2013: The Merlion fountain lit up at night in Singapore.
Foto: Getty Images/Vincent_St_Thomas
Jakarta -

Sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia Tenggara, Singapura justru tak masuk G20. Hanya Indonesia saja di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.

Bahkan saat ini presidensi G20 berikutnya resmi ada di tangan Indonesia. Tahun depan, Indonesia bakal menjadi tuan rumah KTT G20.

Di sisi lain, walaupun Singapura tidak masuk G20, di beberapa konferensi tingkat tinggi, Singapura tetap diundang dan diminta hadir. Dalam keterangan yang ada pada situs pemerintahan Singapura dijelaskan negara itu biasanya diundang sebagai perwakilan Convenor of the Global Governance Group (3G).

3G adalah pengelompokan informal 30 anggota kecil dan menengah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didirikan oleh Singapura pada tahun 2009. Kegiatan mereka adalah mempromosikan dialog yang lebih besar antara G20 dan keanggotaan PBB yang lebih luas.

Tiga fakta Singapura tidak masuk anggota G20:

1. Kapasitas Ekonomi

Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira penentuan sebuah negara menjadi anggota G20 dilihat dari besaran Produk Domestik Bruto (PDB) dan kontribusinya terhadap ekonomi dunia. Kriterianya bukan dilihat dari sebuah negara maju atau tidak.

Nah dari dua indikator tersebut, kontribusi Singapura sangat kecil, bahkan jauh lebih kecil dari Indonesia. Baik dari posisi PDB di seluruh dunia, maupun kontribusi ekonominya ke seluruh dunia.

"Sebagai contoh data World Bank menunjukkan posisi PDB Indonesia ada di urutan ke-16 dunia. Sementara Singapura di posisi ke-36 dunia. Kontribusi ekonomi Indonesia terhadap seluruh dunia adalah 1,25% jauh lebih besar dibanding Singapura yakni 0,4%," ungkap Bhima kepada detikcom, Selasa (2/11/2021).

Berlanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "Momen Pemimpin G20 Lempar Koin di Air Mancur Trevi"
[Gambas:Video 20detik]