Dirut Buka-bukaan soal Isu Garuda Indonesia Diganti Pelita Air

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 05 Nov 2021 16:43 WIB
Maskapai Garuda Indonesia meresmikan operasional 2 pesawat baru di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (1/2/2016). 2 pesawat itu yakni Boeing 777-300ER dan Airbus 330-300. Untuk Airbus, sudah dilengkapi kelas bisnis Super Diamond Seat Business Class yang nyaman, mewah dan berkelas. Tampak hadir antara lain Dirut Garuda Arif Wibowo dan Komisaris Utama Garuda Jusman Syafii Djamal. (Ari Saputra/detikcom)
Dirut Buka-bukaan soal Isu Garuda Indonesia Diganti Pelita Air
Jakarta -

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra buka suara mengenai sejumlah isu yang menerpa perusahaan. Isu berkembang di antaranya terkait pailit dan akan digantikan Pelita Air.

Irfan menjelaskan, pemegang saham melakukan berbagai upaya untuk memastikan restrukturisasi Garuda berhasil. Di sisi lain, pemerintah punya kewajiban bila restrukturisasi gagal.

"Kan pemerintah pada posisi harus punya flag carrier. Jadi idenya Pelita monggo, mau bikin lagi monggo. Itu haknya pemerintah, masa manajemen mempertanyakan pemegang saham," katanya seperti dikutip dari Youtube Kementerian BUMN, Jumat (5/11/2021).

Namun, dia tak melihat sedikitpun niat dari pemerintah mempailitkan Garuda. Dia mengatakan, langkah yang dilakukan pemerintah wajar sebagai bentuk antisipasi. "Tapi itu wajar, jaga-jaga," tambahnya.

Kembali, dia tak melihat sedikit pun niat pemerintah untuk membuat susah Garuda dan menggantikannya dengan Pelita. Menurutnya, untuk menghidupkan Pelita butuh banyak usaha dan uang yang sangat besar.

"Saya juga nggak melihat setetes pun indikasi bahwa ini memang mau dibikin susah dan menghidupin Pelita. Menghidupkan Pelita itu untuk menjadi sebesar sama Garuda butuh banyak effort, duit yang bayak sekali. Dan satu yang nggak bisa Pelita gantikan, brand kita gila," ujarnya.

(acd/fdl)