ADVERTISEMENT

Berita Sejarah

Sejarah Lahirnya Garuda: Beroperasi di Myanmar-Diberi Nama Oleh Soekarno

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 07 Nov 2021 07:30 WIB
Ini Pesawat Baru Garuda yang Angkut Harley dan Brompton Ilegal
Foto: Dok. Airbus
Jakarta -

Kondisi keuangan maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sedang tidak baik. Berbagai isu miring pun muncul, dari terancam pailit hingga akan digantikan oleh Pelita Air.

Sebagai perusahaan penerbangan, Garuda Indonesia sendiri punya sejarah panjang. Keberadaannya di Tanah Air bisa dibilang tak lama usai republik ini berdiri.

Bicara mengenai Garuda kurang lengkap rasanya jika tak bicara mengenai sejarah penerbangan komersial di Indonesia. Cikal bakal penerbangan komersial ini diawali dengan pembelian pesawat untuk perjuangan kemerdekaan.

Seperti dikutip dari laman TNI Angkatan Udara, Minggu (7/11/2021), dijelaskan, pesawat Dakota yang diberi nomor register R1-001 dibeli dari hasil pengumpulan dana atas gagasan KSAU Komodor Udara S Suryadarma. Pengumpulan dana tersebut diserahkan kepada Biro Rencana dan Propaganda pimpinan Opsir Muda Udara II Wiweko Soepono yang dibantu oleh Opsir Muda Udara III Nurtanio Pringgodisuryo.

Dalam pelaksanaannya, Kepala Biro Penerangan Opsir Muda Udara IRJ Salatun ditugaskan untuk mengikuti perjalanan Presiden Soekarno keliling Sumatera. Sebagai sarana, digunakan beberapa buah model (miniatur) Dakota yang dibuat oleh bengkel rencana dan konstruksi.

Sumatera dijadikan sasaran propaganda dana Dakota. Salah satu alasannya ialah wilayah yang strategis yang memungkinkan diadakannya hubungan dagang dengan luar negeri. Beberapa daerah yang dituju antara lain Lampung, Bengkulu, Jambi, Pekanbaru, Bukittinggi, Tapanuli dan Aceh.

Presiden Soekarno juga berpidato dalam pengumpulan dana ini untuk pertama kalinya pada 16 Juni 1948 di Hotel Aceh Kutaraja. Pidatonya menggugah semangat rakyat Sumatera, khususnya Aceh. Dalam waktu dua hari, masyarakat Aceh berhasil mengumpulkan uang 130.000 straits dolar.

Dana tersebut digunakan untuk pesawat dan tiba di Indonesia pada Oktober 1948. Sebulan kedatangannya, pesawat ini mengantarkan Wakil Presiden melakukan kunjungan ke Sumatera melalui Maguwo-Jambi-Payakumbuh -Kutarajasa pulang pergi.

Lanjutkan membaca -->



Simak Video "Detik-detik Pesawat Garuda Alami Turbulensi Hingga Penumpang Teriak Histeris"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT