Duh... Baru Juga Ganti Nama, Eh Meta Digugat Nyolong Fitur

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 07 Nov 2021 21:02 WIB
Facebook ganti nama menjadi Meta demi bangun dunia metaverse dan tidak lagi sekadar platform medsos - seperti apa bentuknya?
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Meta, perusahaan induk Facebook digugat oleh sebuah aplikasi bernama Phhhoto. Meta digugat dengan tuduhan antimonopoli.

Phhhoto mengatakan perusahaan yang dibesut Mark Zuckerberg itu berpura-pura tertarik untuk bekerja sama. Namun ujungnya hanya meniru fitur-fitur orisinil Phhhoto tanpa izin dan tanpa ada kerja sama antara kedua belah pihak.

Fitur apa sih yang jadi masalah? Melansir The Verge, Minggu (7/11/2021), fitur Boomerang di Instagram adalah fitur buatan Phhhoto yang disebut dijiplak tanpa izin di Instagram, salah satu anak usaha Meta.

Fitur Boomerang sendiri dirilis pada tahun 2015. Meta yang kala itu masih bernama Facebook disebut telah memblokir Phhhoto selaku pembuat fitur tersebut. Tindakan ini disebut sebagai monopoli konten oleh Facebook.

"Tindakan Facebook dan Instagram menghancurkan Phhhoto sebagai bisnis yang layak dan merusak prospek investasi perusahaan," kata Phhhoto dalam pengaduan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS, Kamis.

Phhhoto, yang diluncurkan pada 2014 dan ditutup pada 2017, mengklaim memiliki 3,7 juta pengguna aktif bulanan pada puncaknya. Bahkan selebritas termasuk Beyoncé, Joe Jonas, Chrissy Teigen, dan Bella Hadid adalah pengguna aplikasi tanpa kompensasi, memposting kontennya ke akun mereka.

Phhhoto mengklaim dalam pengaduannya bahwa CEO Facebook Mark Zuckerberg, mantan CEO Instagram Kevin Systrom, dan beberapa karyawan Facebook lainnya mengunduh aplikasi tersebut pada Agustus 2014 dan memeriksa fitur-fiturnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.