ADVERTISEMENT

Tagihan Pajak Ratusan Triliun, Elon Musk Terpaksa Jual Saham Tesla

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 08:50 WIB
Elon Musk SEC
Foto: Reuters
Jakarta -

Pendiri raksasa mobil listrik (EV) Tesla, Elon Musk menghadapi tagihan pajak lebih dari US$ 15 miliar atau setara Rp 214,8 triliun (kurs Rp 14.325) dalam beberapa bulan mendatang. Hal itu membuat dirinya kemungkinan menjual saham Tesla sebesar 10% seperti polling yang dibuat di Twitter.

Sebelumnya pada Sabtu (6/11), Elon Musk mendadak bertanya kepada 62,5 juta pengikutnya di Twitter mengenai apakah dirinya harus menjual 10% saham di Tesla. Hasil penjualan untuk bayar pajak.

"Belakangan ini banyak diperbincangkan mengenai laba yang belum terealisasi (unrealized gains) sebagai cara menghindari pajak, jadi saya berencana menjual 10% saham. Apakah Anda mendukung ini?," cuit Elon Musk dikutip dari CNBC, Senin (8/11/2021).

Kepemilikan saham Elon Musk di Tesla mencapai sekitar 170,5 juta saham hingga 30 Juni 2021. Jika dia menjual 10% saham, bisa membuatnya membuang US$ 21 miliar atau setara Rp 300,82 triliun saham di perusahaan mobil listrik itu.

Elon Musk mengatakan akan mematuhi hasil polling bagaimanapun jalannya. Hasilnya 58% mendukung penjualan dan 42% menentang.

Untuk diketahui, Elon Musk tidak menerima gaji atau bonus dari perusahaannya itu. Kekayaannya berasal dari penghargaan saham dan keuntungan harga saham Tesla.

Penghargaan 2012 adalah untuk 22,8 juta saham dengan harga kesepakatan US$ 6,24 per saham. Saham Tesla ditutup US$ 1,222,09 pada Jumat (5/11), yang berarti keuntungannya pada total saham hanya di bawah US$ 28 miliar.

Meski begitu, Elon Musk harus membayar pajak penghasilan atas keuntungan tersebut. Opsi tersebut akan dikenakan pajak pada tingkat pendapatan teratas, atau 37% ditambah pajak investasi bersih 3,8%.

Orang terkaya di dunia itu juga harus membayar tarif pajak tertinggi 13,3% di California sejak opsi diberikan dan sebagian besar diperoleh saat dia menjadi wajib pajak California. Jika digabungkan, tarif pajak negara bagian dan federal akan menjadi 54,1%. Jadi total tagihan pajak atas opsinya, dengan harga saat ini akan menjadi US$ 15 miliar.

Elon Musk belum mengkonfirmasi besaran tagihan pajak. Tetapi dia menulis "Perhatikan, saya tidak mengambil gaji tunai atau bonus dari mana pun. Saya hanya punya stok, jadi satu-satunya cara bagi saya untuk membayar pajak secara pribadi adalah dengan menjual saham," katanya.

Perusahaan juga baru-baru ini mengungkapkan bahwa Elon Musk telah mengambil pinjaman menggunakan sahamnya sebagai jaminan. Dengan penjualan, dia mungkin ingin membayar kembali sebagian dari kewajiban pinjaman tersebut.

Dikarenakan ada keterbatasan untuk menjual saham, analis dan pakar pajak memperkirakan Elon Musk mulai menjual sahamnya pada kuartal IV-2021 ini.

"Saya memiliki banyak opsi yang akan berakhir awal tahun depan. Jadi banyak opsi akan dijual di Q4 karena saya harus melakukannya atau mereka akan kedaluwarsa," kata Elon Musk dalam konferensi Kode pada September.

(aid/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT