Heboh Dugaan Luhut Terlibat Bisnis PCR, Bahlil Ikutan Bicara

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 17:19 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Heboh Dugaan Luhut Terlibat Bisnis PCR, Bahlil Ikutan Bicara
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut terlibat dalam melakukan bisnis tes PCR. Luhut dikaitkan dengan perusahaan penyedia alat tes PCR, yaitu GSI Lab yang berada di bawah PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Menanggapi tudingan tersebut, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pun angkat bicara saat konferensi pers virtual terkait penyampaian hasil kunjungannya ke beberapa negara termasuk ke Uni Emirates Arab.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengatakan paham terkait permasalahan PCR ini. Dia meminta kepada publik untuk tidak memperpanjang pembahasan mengenai bisnis PCR.

"Untuk abang-abang saya, senior-senior saya, teman-teman perjuangan saya waktu masa aktivis, persoalan COVID ini nggak gampang loh. Di satu sisi kita harus mengerjakan COVID turun, di satu sisi kita harus membuat ekonomi tumbuh. Sudahlah saya mengerti persoalan PCR-PCR itu, sudahlah jangan terlalu lama, jangan terlalu berepisode terus lah, udah selesai itu," kata Bahlil, Kamis (11/11/2021).

Dia mengatakan, negara lain mengakui dan mengapresiasi penanganan COVID-19 di Indonesia. Oleh sebab itu, dia juga mengatakan, seharusnya ada apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut andil dalam penanganan pandemi di dalam negeri.

"Kita harus memberikan apresiasi kepada seluruh yang mengambil ikut bagian dalam penyelesaian COVID. Ini negara lain itu sangat mengakui penanganan COVID di Indonesia. Saya tahu, saya mengerti betul abang-abang saya dengan dinamika yang terjadi ini, tapi tolong mari kita letakkan kepentingan negara di atas segala-galanya," sambung Bahlil.

Menurutnya, yang penting saat ini adalah bagaimana Indonesia menatap masa depan yang lebih baik lagi. "Yang penting adalah bagaimana kita menatap masa depan lebih baik," ujarnya.

Simak Video: Kemarin Dilaporkan Soal Bisnis PCR, Kini Luhut-Erick Dideklarasikan 'PCR'

[Gambas:Video 20detik]