Begini Biar Jago Atur Uang Gajian Nggak Cepat Habis

Elsa Azzahra - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 15:26 WIB
Perencanaan Keuangan
Tips Atur Keuangan Buat Milenial

Fintamin E: Eksplor cadangan masa depan

Fintamin E membantu menemukan cuan, keahlian dan inspirasi uang tambahan lainnya, biar makin bisa jajan cantik sepuasnya. Anjuran pemakaian: Aman dikonsumsi seumur hidup.

Fintamin K: Kolaborasi

Fintamin K bikin capai tujuan dan sharing inspirasi makin mudah, terbuka dan seru.
Andy menjelaskan fitur Kantong Bersama membuat konsumsi Fintamin K menjadi lebih menyenangkan. Kantong bersama bisa digunakan untuk berbagai tujuan dengan melibatkan orang lain, sehingga proses mencapai tujuan menjadi lebih ringan, lebih cepat dan lebih fun.

"Pada akhirnya kami sadar, manusia itu makhluk sosial. Kita ingin melakukan sesuatu, atau mencapai sesuatu secara bersama sama. Fitur Kantong Bersama di aplikasi Jago memungkinkan hal ini terwujud," katanya.

Sementara itu, Survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) per 25 Juni 2020 menunjukkan sebagian besar penduduk Indonesia, meskipun gemar menabung namun tidak memiliki ketahanan finansial, sehingga tidak siap menghadapi krisis ekonomi.

Sebanyak 46% responden di Indonesia mengaku dana darurat yang mereka miliki hanya dapat menyambung hidup selama satu minggu. Kemudian 24% responden mengaku bisa bertahan dalam satu hingga enam bulan, 9% responden mengaku mereka bisa bertahan enam hingga diatas enam bulan, dan tidak tahu sebanyak 22%. Data tersebut membawa Indonesia menduduki posisi empat terbawah dunia dalam daftar ketahanan finansial - berdasarkan jumlah kepemilikan dana darurat.

Manajemen keuangan yang baik merupakan salah satu persoalan yang dihadapi oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Hal ini tercermin dari hasil survey yang menyatakan bahwa 57% responden di Indonesia mengaku selama satu tahun terakhir memiliki defisit keuangan, dimana kebutuhan hariannya melebihi pendapatan. Pandemi Covid 19 memang menjadi penyebab utama, tapi bukan lah satu satunya faktor.

Data di atas ironis karena menurut survey yang sama, 99,7% responden Indonesia mengaku secara rutin menyisihkan penghasilannya untuk tabungan, dan 70,5% responden memiliki tujuan finansial jangka panjang.


(dna/dna)