Milenial Susah Atur Uang? Coba 4 Tips Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 31 Okt 2021 22:00 WIB
Tips kelola keuangan
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Milenial Indonesia disebut sebagai generasi yang kesulitan mengatur uang karena boros dan kesulitan menabung. Bahkan sebuah survei bertajuk The Future of Money mengungkapkan 69% dari generasi milenial Indonesia tidak memiliki strategi investasi.

Kondisi di atas salah satunya didorong oleh faktor ketakutan akan tertinggal suatu tren yang ada di sosial atau fear of missing out (FOMO).

Namun sebagai generasi yang lahir di masa peralihan teknologi hingga sepesat sekarang, generasi milenial sebenarnya diuntungkan dengan kemudahan yang diberikan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan dengan perkembangan teknologi sekarang, milenial juga dimudahkan untuk mengelola keuangannya.

"Saat ini terdapat banyak sekali cara untuk mengatur keuangan dan produk investasi karena perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan milenial. Salah satunya adalah produk derivatif dari emas, minyak, dan valuta asing," kata Business Development Manager ICDX, Dedi Prasetyo.

"Sebagai contoh, di ICDX kelompok produk tersebut dinamakan GOFX, dan banyak diminati oleh generasi milenial dengan rentang umur 21-40. GOFX menjadi jembatan untuk generasi muda yang ingin melakukan diversifikasi portofolio investasi dengan modal terjangkau. Tingginya minat generasi milenial terhadap produk GOFX juga terlihat dari pertumbuhan transaksi GOFX sebesar 56% selama Januari-September 2021 dibanding periode yang sama tahun lalu," sambungnya.

Berikut adalah empat tips mengatur keuangan untuk milenial dengan memanfaatkan teknologi digital:

1. Mencatat pengeluaran

Salah satu fitur yang kini banyak ditawarkan dalam aplikasi digital bank adalah spending tracker. Dengan fitur tersebut, nasabah dimudahkan untuk mencatat pengeluarannya.

Dengan mencatat pengeluaran dapat membantu seseorang mengalokasikan dana untuk membuat pos-pos pengeluaran yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga pengeluaran yang tidak penting dapat dikurangi. Fitur ini juga memungkinkan nasabah menentukan prioritas pengeluaran, sehingga dapat membuat keputusan-keputusan yang bijak dalam menggunakan uang.

2. Mempersiapkan dana darurat

Dana darurat adalah simpanan yang dapat digunakan kapanpun untuk berbagai keperluan mendesak. Untuk milenial umumnya dana darurat yang dimiliki harus sebanyak lima hingga enam kali dari total pengeluaran dalam satu bulan.

Namun total dana darurat yang dibutuhkan setiap orang akan berbeda tergantung banyaknya pengeluaran dan jumlah orang yang harus ditanggung. Saat ini juga sudah banyak aplikasi digital bank yang memberikan beragam pilihan produk keuangan yang dapat dimanfaatkan sebagai dana darurat.

Buka halaman selanjutnya untuk dapat tips lebih banyak.

Simak juga Video: Tips Mengurangi Belanja Impulsif Saat Resesi

[Gambas:Video 20detik]