Sistem Inaportnet Disinggung Ketua KPK, Sudah Diterapkan di Mana Saja?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 20:15 WIB
Dwelling Time di Tanjung Priok Kurang Dari 3 Hari

Beberapa kapal barang tampak menunggu giliran masuk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/10/2017).  
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Elvyn G. Masassya, mengatakan waktu tunggu petikemas di pelabuhan atau dwelling time saat ini sudah di bawah tiga hari. Grandyos Zafna/detikcom

-. Pasalnya, kapal-kapal yang tiba di pelabuhan tak lagi menggunakan dokumen fisik dalam proses pengeluaran barang. Pelabuhan Tanjung Priok sudah beroperasi inaportnet sejak akhir tahun lalu sehingga pengurusan barang semuanya online.

-. Selain itu, sistem pembayaran juga tidak menggunakan uang tunai. Para pengguna jasa pelabuhan bisa memanfaatkan layanan e-billing yang dapat di cetak di kantor masing-masing.

-. Perseroan membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia yang profesional dalam mengelola pelabuhan, sehingga dwelling time dapat dipangkas lebih signifikan. Apalagi, pemerintah menargetkan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menjadi pelabuhan transhipment terbesar di kawasan Asia.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna

Dalam implementasi Inaportnet ini, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) mendapat mandat untuk memberikan pendampingan kepada para pengguna jasa. Pendampingan dilakukan bekerjasama dengan PT. Pelabuhan Indonesia pada masing-masing Kantor Cabang dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) lainnya.

Selanjutnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) juga harus selalu melakukan evaluasi pelayanan kapal dan barang dengan menggunakan Inaportnet secara berkala dan menyampaikan hasil evaluasinya kepada Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut guna bahan perbaikan dan pengembangan aplikasi, perbaikan proses bisnis dan perbaikan regulasinya.

"Inaportnet sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan pelayanan dan daya saing pelabuhan yang lebih baik. Inaportnet juga menjadi pintu gerbang utama dalam lingkungan Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE)," tutup Arif.

Hingga saat ini Inaportnet telah dimanfaatkan di 54 pelabuhan, yaitu:

1. Belawan
2. Tg. Priok
3. Tg Perak
4. Makassar
5. Tg Emas,
6. Dumai
7. Pekanbaru,
8. Teluk Bayur
9. Jambi
10. Pulau Baai
11. Palembang
12. Panjang
13. Banten
14. Tg. Pinang
15. Pontianak
16. Tg Pandan
17. Cirebon
18. Cilacap
19. Benoa
20. Banjarmasin
21. Gresik
22. Tg. Balai Karimun
23. Kotabaru/Batulicin
24. Balikpapan
25. Samarinda
26. Bontang
27. Kendari
28. Bitung
29. Ternate
30. Ambon
31. Sorong
32. Jayapura
33. Pangkal Balam
34. Tg. Buton
35. Patimban
36. Teluk Palu
37. Kuala Tanjung
38. Kijang
39. Tg. Wangi
40. Sunda Kelapa
41. Lembar
42. Kupang
43. Sampit
44. Tarakan
45. Manado
46. Pare-pare
47. Gorontalo
48. Biak
49. Bau-bau
50. Kep.Seribu
51. Marunda
52. Muara Angke
53. Satui
54. Batam



Simak Video "Selama PPKM Darurat, Perjalanan Angkutan Logistik di Pelabuhan Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/ara)