Digaji Murah, Jutaan Orang Ramai-ramai Resign dari Tempat Kerja

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 13 Nov 2021 19:00 WIB
fokus gaji 8 juta
Ilustrasi/Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Sebanyak 4,4 juta warga Amerika Serikat (AS) berhenti dari tempat kerjanya pada September lalu. Hal ini karena para pekerja itu mencari tempat yang memberikan gaji lebih layak.

Ekonom RSM US Joseph Brusuelas mengungkapkan saat ini pekerja sudah bisa memilih. "Saat ini era pemberian upah tidak layak sudah berakhir," kata dia dikutip dari CNN, Sabtu (13/11/2021).

Dia menyebut kenaikan upah merupakan hal yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi ke depannya. Biro Statistik Tenaga Kerja AS menyebutkan jika saat ini ada 10,4 juta pengangguran yang jumlahnya menurun dibandingkan periode Agustus sebanyak 10,6 juta orang.

Direktur Penelitian Indeed Hiring Lab Nick Bunker mengungkapkan pasar tenaga kerja periode Oktober jauh lebih stabil dibandingkan bulan lainnya. Namun banyak pekerja yang mengundurkan diri karena gaji yang diberikan tidak layak.

"Pengunduran diri paling banyak terjadi di sebagian besar pekerjaan yang langsung atau gaji yang relatif rendah," imbuh dia.

Misalnya, seni hiburan dan rekreasi tercatat mengalami kenaikan pengunduran diri terbesar.

Hingga September, jumlah lapangan kerja di AS tercatat terus berkurang. Bahkan sebelum pandemi COVID-19 melanda.

Ditambah lagi dengan pandemi dan varian Delta yang meningkat hal ini terus menekan kondisi tersebut.

(kil/eds)