AS Khawatir Kena Imbas Krisis Properti China, Kok Bisa?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2021 22:15 WIB
Raksasa properti China, Evergrande tengah disorot karena terancam bangkrut imbas kesulitan bayar utang. Sang pendiri perusahaan, Xu Jiayin pun ikut jadi sorotan
Foto: AP Photo
Jakarta -

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve khawatir krisis properti atau real estat di China bisa berimbas ke AS. Salah satu penyebabnya, Evergrande Group yang diterpa utang yang tinggi dan dikhawatirkan tak bisa membayarnya.

"Tekanan di sektor real estat China dapat membebani sistem keuangan China, dengan kemungkinan limpah ke Amerika Serikat," kata Federal Reserve, dikutip dari CNBC, Selasa (9/11/2021).

Hal itu disampaikan saat The Fed melaporkan bagaimana kondisi sistem keuangan dan ekonomi keuangan China yang akan berdampak kepada perdagangan global.

Namun, Analis Wells Fargo Investment Institute, Paul Christopher menganggap remeh kekhawatiran dari The Fed. Menurutnya The Fed tidak perlu khawatir dengan keadaan tersebut. Dia mengatakan China sudah berpengalaman menghadapi utang perusahaan yang besar.

"Pemerintah China telah bergulat dengan utang perusahaan yang tinggi selama bertahun-tahun, waspada dan memiliki sumber daya untuk menangani sektor real estat," kata Christopher.

Ahli strategi senior di pialang WallachBeth Capital New York Ilya Feygin, mengatakan The Fed bisa mengambil pengalaman saat krisis 2008 di mana saat itu sektor properti China juga diterpa krisis.

"The Fed telah dikritik karena tidak melihat kerentanan perumahan AS dan bank-bank AS sebelum 2008. Oleh karena itu, segala sesuatu yang terkait dengan risiko real estate dan sistem perbankan di mana pun akan diteliti secara berlebihan," jelasnya.

Kekhawatiran The Fed akan dampak krisis properti ke keuangan AS juga sudah muncul dalam laporan keuangan The Fed sebelumnya. Dalam laporan itu, terdapat risiko terhadap stabilitas keuangan AS, menurut survei Fed dari Agustus hingga Oktober.

(dna/dna)