ADVERTISEMENT

Cikal Bakal GoTo Sebelum Digugat Rp 2 Triliun Lantaran Merek

Siti Fatimah - detikFinance
Minggu, 14 Nov 2021 07:20 WIB
GoTo
Foto: dok GoTo

Merger GoTo

Pada pertengahan 2021, dua perusahaan anak bangsa ini pun bersatu (merger) untuk menciptakan ekosistem menyeluruh. Barulah nama GoTo itu diresmikan dan bergabungnya kedua entitas ini disebut-sebut menjadi grup teknologi terbesar di Indonesia.

Dari catatan detikcom, jajaran investor utama lahirnya GoTo yaitu Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, Paypal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa, dan Warburg Pincus.

CEO dan Co-founder Gojek Kevin Aluwi mengungkapkan kombinasi kedua perusahaan ini akan memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen didukung oleh jaringan mobilitas tercepat dan terbesar dari para mitra driver dan merchant. Total transaksi GoTo secara grup tembus US$ 22 miliar atau setara dengan Rp 312,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.200).

Namun menjelang akhir tahun, mereka menghadapi permasalahan dugaan plagiat nama gabungan perusahaan, GoTo. Hingga saat ini, proses tersebut masih bergulir di pengadilan.



Simak Video "Rebutan Nama GoTo, Gojek dan Tokopedia Dilaporkan ke Polda Metro"
[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT