Jelang IPO, GoTo Kantongi Modal Rp 18 T dari Google Cs

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 12:19 WIB
GoTo
Foto: dok GoTo
Jakarta -

Grup GoTo mengumumkan penutupan pertama penggalangan dana pra-IPO dengan nilai US$ 1,3 miliar atau setara Rp 18,46 triliun (asumsi kurs Rp 14.200). Kucuran dana tersebut berasal dari sejumlah pihak, antara lain anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Avanda Investment Management, Fidelity International, Google, Permodalan Nasional Berhad (PNB), Primavera Capital Group, SeaTown Master Fund, Temasek, Tencent, dan Ward Ferry.

Investor lainnya diharapkan untuk selanjutnya bergabung ke dalam putaran penggalangan dana pra-IPO menjelang penutupan akhir di beberapa minggu mendatang.

"Indonesia dan Asia Tenggara adalah kedua pasar dengan prospek pertumbuhan yang paling menjanjikan di dunia, dan dukungan yang kami peroleh menunjukkan kepercayaan yang dimiliki investor terhadap ekonomi digital yang berkembang pesat di kawasan ini serta posisi kami sebagai pemimpin pasar," kata CEO dari Grup GoTo Andre Soelistyo, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/11/2021).

"Permintaan konsumen terdorong oleh pertumbuhan adopsi digital yang telah membawa banyak pengguna masuk ke ranah online. Akibatnya, permintaan akan layanan kami terus meningkat, dilandasi dengan komitmen kami untuk terus memberikan pilihan, nilai, serta kenyamanan kepada seluruh pelanggan di ekosistem kami," tambahnya.

Dana yang terkumpul akan memungkinkan GoTo untuk berinvestasi lebih jauh dalam mengembangkan ekosistemnya, memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar di kawasan, dan melayani pelanggan dengan lebih baik. Ini termasuk fokus yang berkelanjutan untuk menumbuhkan jumlah pelanggan, perluasan jasa pembayaran dan penawaran layanan keuangan, serta mendorong pemanfaatan armada transportasi dan jaringan logistik yang terintegrasi guna melayani pelanggan dengan lebih baik.

"GoTo adalah juara nasional dengan ekosistem terbesar dan terlengkap untuk kehidupan digital sehari-hari di Indonesia. Kami melihat peluang pertumbuhan di Indonesia dan GoTo pada e-commerce, mobilitas on-demand dan fintech - yaitu semua segmen di mana Primavera memiliki pengalaman investasi yang luas. Kami senang dapat bermitra dan tumbuh bersama GoTo, dan mengkontribusikan keahlian dan sumber daya kami kepada perusahaan," kata Michael Woo, Managing Director Primavera Capital Group yang berbasis di Singapura.

Steven Chua, Deputy CIO di Seatown Master Fund, mengatakan pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN berkembang pesat. Hal itu menjadi alasan untuk menanamkan modalnya di GoTo.

"Kami senang dapat berpartisipasi dalam misi Grup GoTo untuk mendorong kemajuan. Pertumbuhan ekonomi digital, terutama di Indonesia dan pasar lain yang berkembang pesat di ASEAN, merupakan fokus investasi utama bagi kami. Kami telah menjadi investor di Gojek selama beberapa tahun, dan berharap dapat melanjutkan perjalanan kami dengan Grup GoTo yang semakin besar seiring perusahaan memasuki fase pertumbuhan berikutnya," katanya.

Lihat juga Video: Jawaban Pihak Gojek dan Tokopedia Terkait Gugatan PT TFT

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)