Cikal Bakal GoTo Sebelum Digugat Rp 2 Triliun Lantaran Merek

Siti Fatimah - detikFinance
Minggu, 14 Nov 2021 07:20 WIB
GoTo
Foto: dok GoTo
Jakarta -

Akhir-akhir ini GoTo tengah diterpa isu dugaan plagiasi merek yang digunakan dari hasil merger Tokopedia dan Gojek. Perusahaan ini digugat dan diminta membayar ganti rugi Rp 2 triliun oleh PT Terbit Financial Technology.

GoTo merupakan merger antara dua unicorin yakni Gojek dan Tokopedia. Lalu bagaimana sejarah kedua raksasa tersebut?

Gojek

Dikutip dari laman resminya, Minggu (14/11/2021) Gojek merupakan hasil buah pikir anak bangsa, yakni Nadiem Makarim. Ia mendirikan Gojek pada tahun 2010 lalu dan menjadikannya sebuah aplikasi di tahun 2015.

Sebelum mendirikan Gojek, Nadiem yang saat itu baru menyelesaikan pendidikan jurusan bisnis internasional di Brown University sempat bergabung dengan raksasa riset dan konsultan global cabang Jakarta McKinsey and Co.

Dia bekerja di McKinsey selama tiga tahun dan kemudian berinisiatif mendirikan Pemimpin Muda untuk Indonesia, sebuah program untuk mempersiapkan mahasiswa masuk dunia kerja. Itu menjadi salah satu alasan utama dia masuk ke Harvard Business School pada tahun 2009.

Nadiem sempat menuturkan, kegemarannya menggunakan layanan ojek untuk menembus kemacetan di ibukota Jakarta. Lalu dia memiliki ide untuk menyediakan call center dan mendatangkan ojek kepada pemesannya.

Akhirnya pada 2015, Gojek pun tersedia sebagai aplikasi. "Saya memulai dengan call center, dan merekrut 20 pengemudi pertama. Kemudian mereka menjadi perekrut," kata Nadiem.

"Saya mulai memasarkan hanya ke teman dan keluarga, dan pada dasarnya tumbuh dari sana, secara organik, sangat lambat," sambungnya.

Pesanan pun meledak dari 3.000 menjadi 100.000 per hari. Operasional Gojek berkembang di luar Jakarta. Pelayanannya pun bertambah ada pengiriman makanan, pemesanan tiket dan lain-lain.

Pada 2016, Gojek menjadi unicorn pertama di Indonesia dengan pesanan melonjak jadi 300.000 sehari. Tahun berikutnya, Gojek masuk dalam peringkat ke-17 dari 20 perusahaan Top Fortune yang berperan dalam mengubah dunia.

Tahun lalu, Gojek pun berhasil melebarkan sayapnya ke Vietnam, Thailand dan Singapura. Selama pandemi COVID-19, GoFood menjadi aplikasi paling berkontribusi besar dalam pengiriman dan pemesanan makanan jarak jauh.

Lanjutkan membaca ==>



Simak Video "Rebutan Nama GoTo, Gojek dan Tokopedia Dilaporkan ke Polda Metro"
[Gambas:Video 20detik]