Kinerja PT Pupuk Kaltim di Jateng Mengecewakan
Senin, 24 Apr 2006 16:16 WIB
Semarang -
PT Pupuk Kaltim yang menangani distribusi 14 daerah di Jateng dinilai belum bekerja optimal. Disperindag Jateng mengaku kecewa dengan hal tersebut.Kekecewaan itu disampaikan Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng P. Edison Ambarura ketika ditemui wartawan di Kantor Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Senin (24/4/2006)."Beberapa kali mereka menyatakan siap, tapi nyatanya sampai sekarang masih saja ada masalah. Untuk itu, kita selalu berkoordinasi dengan Pupuk Kaltim maupun Pusri," katanya singkat.Sekadar diketahui, berdasarkan keputusan pemerintah pusat, sejak 1 April lalu suplai pupuk di Jateng ditangani dua pabrik yakni, PT Pupuk Kaltim dan PT Pusri. Akibat keputusan ini, beberapa daerah sempat mengalami kelangkaan karena lambatnya distribusi.Daerah-daerah yang kini disuplai oleh Pupuk Kaltim merupakan daerah yang berada di Jateng bagian Timur. Diantaranya adalah Kabupaten Jepara, Pati, Blora, Brebes, Purwodadi, Grobogan, Sukoharjo, dan Karanganyar.Meski sedikit bermasalah, Edison mengaku belum melihat ada indikasi penimbunan. Terutama yang dilakukan distributor. Menurut dia, kesalahan justru terletak pada tidak mencukupinya kuota pupuk Jateng."Kuota di Jateng itu 800 ribu ton. Tapi oleh pemerintah hanya dijatah 700 ribu ton. Ini tentu saja mengakibatkan masalah tersendiri selain faktor distribusi," katanya.Dijelaskan Edison, kalau ada distributor yang tidak mensuplai sesuai ketentuan, lebih baik di-black list agar jera. "Menurut saya seperti itu, tapi itu terserah produsen saja," lanjut Edison.Sesuai dengan SK Gubernur Jateng, Pupuk Kaltim melalukan stok pupuk untuk wilayah Jateng sebanyak 36.000 ton. Untuk distribusi sampai dengan 10 April 2006, jumlah pupuk yang disalurkan oleh Pupuk Kaltim sudah mencapai 20.000 ton. Kini, distribusi terus.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































