RI Makin Tajir! Kekayaan Negara Nambah Rp 4.397 Triliun

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 15 Nov 2021 12:02 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mengungkapkan aset negara berupa Barang Milik Negara (BMN) mengalami kenaikan sebesar Rp 4.397 triliun. Hal ini diketahui usai pihaknya melakukan revaluasi aset.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan kenaikan tersebut membuat total nilai BMN mencapai Rp 6.585 triliun dari asalnya Rp 2.188 triliun. Jumlah itu setara 59,3% dari total aset dalam neraca yang sebesar Rp 11.098 triliun.

"Terjadi peningkatan nilai sebesar Rp 4.397 triliun jika dibandingkan nilai sebelum pelaksanaan kegiatan revaluasi BMN. Kegiatan merapikan penatausahaan BMN melalui revaluasi merupakan satu di antara pengelolaan BMN yang dilakukan bersama kementerian/lembaga," kata Rionald dalam acara Apresiasi Pengelolaan Kekayaan Negara 2021 secara virtual, Senin (15/11/2021).

Rionald menyebut besarnya aset tersebut harus dikelola dengan baik. Dalam tiga tahun terakhir ini pihaknya berupaya mengelolanya dengan menargetkan program pensertifikatan BMN berupa tanah, menerapkan asuransi BMN, dan mengimplementasikan penatalaksanaan barang.

DJKN juga menerapkan perhitungan standar barang sehingga terjadi peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang bersumber dari BMN. Dari kinerja lelang BMN saja, total PNBP yang mampu terserap selama 5 tahun terakhir mencapai Rp 2,24 triliun.

"Kinerja lelang dalam 5 tahun terakhir dengan nilai pokok lelang sebesar Rp 101,9 triliun serta PNBP lelang sebesar Rp 2,24 triliun. Tentu ini tidak lepas dari kontribusi para stakeholder dalam mendukung optimalisasi capaian kinerja lelang," tuturnya.

Peran BMN dalam perekonomian, kata Rionald juga tidak kalah penting karena BMN merupakan underlying aset surat berharga negara syariah (SBSN) untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan dari APBN.

Selama pandemi COVID-19, banyak BMN yang kemudian digunakan untuk menciptakan respons yang dihadapi masyarakat, misalnya Asrama Haji menjadi tempat isolasi.

Di sisi lain, lelang menjadi salah satu tugas dan fungsi lain dari DJKN di samping pengelolaan BMN. Tidak hanya mengembang fungsi sebagai sarana pemindahtanganan BMN dan sumber penerimaan negara, lelang juga menjadi solusi bagi pemulihan keuangan negara melalui penjualan barang rampasan dan sitaan.

"Minat masyarakat terhadap lelang khususnya lelang sukarela semakin meningkat, objek yang ditawarkan juga semakin bervariasi mulai dari motor, mobil, hingga produk UMKM," pungkas Rionald.



Simak Video "Sri Mulyani Ungkap Banyak Kantor Pajak di Indonesia yang Masih Sewa Ruko"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)