Airlangga Bicara KTT G20 dan Peran RI Tentukan Arah Ekonomi Dunia

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Senin, 15 Nov 2021 21:44 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Bidang Perekonomian: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Bantul -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara KTT G20 pada 2022 menjadi modal penting dal pertumbuhan ekonomi dan pemerataan vaksinasi. Di sisi lain Muhammadiyah juga menilai G20 jadi sebuah capaian yang positif dan konstruktif untuk pemulihan pandemi COVID-19.

Airlangga mengatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi pasca pandemi akan menjadi topik pembahasan. Mengingat G20 tahun 2022 akan mengangkat tema 'Recovery Together, Recovery Stronger'.

"Indonesia berkomitmen untuk kesetaraan akses terhadap vaksin dan memberikan kesempatan bagi negara-negara yang berpenduduk sekitar 100 juta orang untuk memproduksi vaksin COVID-19 dengan distribusi yang lebih merata," katanya dalam acara Indonesia's Global Leadership Outlook: How and for whose benefits? di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang disiarkan secara daring, Senin (15/11/2021).

Pasalnya, G-20 dimaknai memiliki dua arti penting, yang pertama sarana sosialisasi dari peluang dan aspirasi presidensi G20 terhadap dunia. Sedangkan yang kedua memberi masukan bagi pemerintah untuk memaksimalkan manfaat presidensi Indonesia bagi masyarakat.

"Indonesia memaknai presidensi G-20 2022 lebih dari hanya sebagai ketua sidang namun sebagai pemimpin yang akan menentukan arah perkembangan perekonomian dunia ke depan," ucapnya.

Terlebih, pemulihan ekonomi yang kuat adalah pemulihan yang inklusif. Mengingat ekonomi kuat adalah ekonomi yang mampu bertransformasi sejalan dengan visi G20.

"Tentunya target pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 bisa mencerminkan itu di mana proyeksi pemerintah Indonesia ekonomi tumbuh di angka 5,2 sampai 5,5 persen," ujarnya.

Airlangga pun yakin Indonesia mempunyai modal yang kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi positif. Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat di kuartal ketiga sebesar 3,5 persen secara year on year.

"Melihat penanganan COVID-19 yang sudah baik, dimana angka reproduction rate di bawah 1 persen tepatnya 0,7 persen. Dapat membawa kita memiliki pertumbuhan ekonomi di akhir tahun 2021 bisa mencapai 3,7-4,5 persen," katanya.

Bagaimana pandangan Muhammadiyah? Langsung klik halaman berikutnya