Garuda Kirim 'Surat Cinta', Rayu Lessor dan Kreditur Nego Utang

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 16 Nov 2021 20:20 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) datangkan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan haji mulai Agustus 2015. Hari ini maskapai pelat merah itu menerima B777-300ER ketujuhnya di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF), kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menyampaikan skema proposal restrukturisasi kepada lessor dan kreditur. Itu sebagai salah satu upaya pemulihan kinerja yang terus dioptimalkan maskapai penerbangan pelat merah itu.

Garuda mengajak seluruh lessor dan kreditur untuk meninjau skema restrukturisasi komprehensif yang ditawarkannya sebagai basis pertimbangan proses restrukturisasi yang akan dijalankan.

"Proposal ini menguraikan rencana jangka panjang bisnis Garuda serta sejumlah penawaran dalam pengelolaan kewajiban bisnis kami dengan para lessor, kreditur, dan para pemasok utama," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melalui keterangan tertulis Selasa (16/11/2021).

Dia menjelaskan bahwa langkah tersebut menandai percepatan proses restrukturisasi dan pemulihan Garuda.

"Penyampaian skema proposal restrukturisasi ini menjadi langkah awal dari keseluruhan proses restrukturisasi dan menjadi momentum penting dalam upaya kami untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan profitable," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, skema proposal restrukturisasi tersebut telah disampaikan melalui kanal data digital yang dapat diakses secara real time oleh seluruh lessor, kreditur, maupun pihak terkait lainnya mengacu pada ketentuan non-disclosure agreement (perjanjian kerahasiaan) yang telah disepakati seluruh pihak.

"Kanal ini akan mempermudah para pihak untuk meninjau dokumen serta memberi tanggapan balik karena ini merupakan bagian dari komitmen Garuda yang menegakkan prinsip-prinsip transparansi dan fairness/kejujuran serta menciptakan komunikasi konstruktif dengan semua kreditur," ujar Irfan.

Proposal tersebut, dijelaskannya akan diselaraskan dengan momentum pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta oleh salah satu mitra bisnis Garuda.

Garuda juga telah berkoordinasi dengan tim restrukturisasi serta para advisors (konsultan) untuk terus melakukan koordinasi intensif bersama pihak lessor dan kreditur, yaitu untuk menjawab dan mempelajari setiap respons yang disampaikan kepada perusahaan atas skema proposal ini dan segera melakukan tindak lanjut negosiasi agar dapat memperoleh kesepakatan terbaik.

"Dukungan lessor dan kreditur tentunya memiliki makna penting bagi kami dalam mendukung upaya transformasi mindset bisnis yang lebih adaptif dan resilient dalam menjawab tantangan industri di masa depan," tuturnya.

Sejalan dengan proses restrukturisasi yang sedang berjalan, Garuda terus melakukan penyempurnaan atas layanan penerbangannya melalui tinjauan atas aspek cost leadership dan efisiensi dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan penerbangan kepada seluruh pengguna jasa.

"Komitmen kami tersebut juga didukung dengan penerapan asas Good Corporate Governance pada seluruh aspek bisnis, termasuk memaksimalkan lini pendapatan dari bisnis kargo sebagai salah satu penopang utama pendapatan usaha Garuda," tambah Irfan.

(toy/dna)