Luhut: Kalau Nataru Ada Pengetatan Jangan Dikatakan Aturan Berubah-ubah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 17 Nov 2021 15:13 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Pengaturan syarat perjalanan mengalami perubahan beberapa waktu terakhir. Saat ini pemerintah membuka opsi akan ada lagi pengetatan aturan syarat perjalanan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berujar bila nantinya pengetatan dilakukan, bukan berarti pemerintah seenaknya mengubah aturan. Menurutnya itu adalah strategi dalam penanganan pandemi COVID-19.

Dia bilang dinamika perkembangan virus COVID-19 terus terjadi dan berubah-ubah dari waktu ke waktu. Maka dari itu strateginya pun wajar saja berubah-ubah.

"Kalau Natal dan Tahun Baru libur ada pengetatan dilakukan jangan dikatakan aturan berubah-ubah, ya penyakitnya berubah ubah strategi juga harus berubah ubah untuk atasi itu," ungkap Luhut dalam webinar ITS Indonesia, Rabu (16/11/2021).

Dia mengklaim selama ini penanganan COVID-19 di Indonesia sudah sangat baik. Bahkan menurutnya, kalau dibandingkan dengan berbagai negara, penanganan di Indonesia menjadi yang paling cepat. Meski begitu, kewaspadaan lonjakan kasus tetap harus dijaga di tengah melandainya kasus di Indonesia.

"Bangsa ini bangsa besar, Anda sendiri lihat betapa kita bisa selesaikan masalah COVID-19 dibandingkan berbagai negara seluruh dunia yang akui itu sangat sulit. Dan kita jadi salah satu negara yang cepat atasinya. Tapi tetap masalah ini belum selesai kita harus hari-hati hadapi COVID-19 ini," ujar Luhut.

Bicara soal pengetatan, seperti diketahui pemerintah mulai menyiapkan langkah-langkah mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 usai libur Natal dan Tahun Baru 2022. Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati sebelumnya mengatakan antisipasi lonjakan yang dilakukan salah satu fokus utamanya adalah terkait mobilitas masyarakat di tengah liburan.

Berlanjut ke halaman berikutnya.