Tekan Pengangguran, Kurilkulum SMK Perlu 'Dikawinkan' dengan Industri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 06:11 WIB
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2019 berada di level 5,01%. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2018.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pelajar SMK perlu disiapkan masuk dunia kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Langkah ini bisa menjadi salah satu solusi mengurangi pengangguran.

Terkait hal tersebut, dunia usaha punya peran sangat penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini sebagaimana dilakukan PT JakLingko Indonesia dengan SMK Muhammadiyah 4 Jakarta yang menjalin kerjasama link and match, yaitu program penyelarasan kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Program link and match diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMK Muhammadiyah 4 Jakarta dengan PT JakLingko Indonesia Selasa, (16/11/2021) lalu.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim mendukung program link and match antara BUMD Jaklingko dan SMK Muhammadiyah 4 Jakarta sebagai langkah nyata transfer teknologi antara dunia industri dengan pendidikan.

"Sekolah diharapkan dapat menyesuaikan kurikulum atau mata pelajaran di SMK. Ini bisa menjadi solusi mengatasi pengangguran, meningkatkan skill atau keahlian pelajar. Sehingga lulusan sekolah menjadi SDM yang handal dan cepat mendapat kerja," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Kamis (18/11/2021).

Tidak hanya Jaklingko, Lukmanul Hakim mendorong semua perusahaan, baik BUMD, BUMN maupun swasta di Jakarta juga menerapkan program link and match dengan dunia pendidikan. Bila perlu, Lukman mengusulkan penerbitan Pergub khusus yang mengatur link and match untuk mengakselerasi pembentukan angkatan kerja di era industri 4.0.

"Ini mendesak, saya meminta Gubernur DKI menerbitkan Pergub tentang program link and match, dalam rangka menyiapkan angkatan kerja yang mumpuni di era industry 4.0 untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan," ujarnya.



Simak Video "BPS: Per Agustus 2021, Pengangguran di RI Ada 9,1 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)