Kenang Sulitnya Cari Masker, Mahfud MD: Dibeli Orang Ditumpuk-Ditimbun

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 15:42 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md
Menko Polhukam Mahfud MD/Foto: Dok. Kemenko Polhukam
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenang masa-masa krisis saat pertama kali virus Corona (COVID-19) melanda Indonesia. Kala itu dia bahkan kesulitan untuk mendapatkan masker karena banyak diborong untuk ditimbun.

"Saya mulai dari situasi krisis, kalau kita ingat ketika COVID-19 ini sudah mulai masuk Indonesia kita semua panik karena waktu itu masker tidak ada, waktu itu saya di Jakarta mau cari masker nggak ada udah dibeli orang ditumpuk, ditimbun," katanya dalam webinar, Kamis (18/11/2021).

Bukan cuma masker, bahkan di awal virus Corona merebak, produk lainnya yang dibutuhkan seperti desinfektan juga sulit didapatkan. Orang-orang pun panik karena kesulitan mendapatkan barang-barang tersebut.

"Bahkan saya minta tolong ke sespri saya 'tolong saya belikan masker untuk anak saya di Surabaya karena di Surabaya nggak ada masker'. Antre dari pagi sampai siang itu nggak kebagian. Desinfektan tidak ada, saya minta tolong dibelikan lalu dikirim dari Jakarta ke Surabaya. Kita panik waktu itu mau beli di mana," jelas Mahfud.

Kemudian alat kesehatan juga sulit didapatkan. APD untuk para dokter pun tidak ada. Termasuk ketersediaan obat yang belum jelas karena COVID-19 adalah penyakit baru.

"Bahkan waktu itu rumah sakit juga nggak cukup. Rumah sakit banyak tetapi justru pada waktu itu rumah sakit menolak pasien COVID karena kalau menerima pasien COVID nanti pasien-pasien lain nggak datang ke sana, dianggap COVID itu penyakit berbahaya," ujarnya.

"Orang kena COVID dijauhi oleh keluarganya, harus ditinggal apalagi oleh masyarakat. Saya sering bercerita begitu. Saya sangat terharu ketika melalui televisi melihat penguburan sahabat kita," tambah Mahfud.



Simak Video "Mahfud Ungkap 4 Obligor yang Sudah Bayar Dana BLBI"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)