Petani Sering Tekor Gara-gara Pupuk, Ini Solusinya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 20:30 WIB
Petani memanen padi miliknya di Ciletuh, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (30/9/2020). Pemerintah menyatakan bahwa stok pangan Indonesia dinilai aman hingga akhir tahun 2020 . ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Hingga saat ini, masih banyak petani yang menganggap bahwa semakin banyak pupuk khususnya urea maka tanaman yang dihasilkan semakin bagus. Padahal penggunaan pupuk urea yang semakin banyak membuat kondisi lahan atau tanah menjadi tidak sehat.

Kondisi tanah yang tidak sehat dikarenakan penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang. Adapun rata-rata petani nasional menggunakan urea sebanyak 400 kg per hektar.

Selain pemupukan berimbang, Pupuk Indonesia memiliki program Makmur. Melalui program ini, dikatakan Nugroho, para petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk subsidi.

"Lewat program ini, petani dibantu memperoleh permodalan, memperoleh pupuk, benih, pestisida, mendapat kawalan teknologi, dan mendapat jaminan offtaker atau pembelian hasil panen dengan harga yang wajar, serta mendapatkan asuransi bila terjadi gagal panen," ungkap Nugroho.


(acd/ara)