Riset UI Ungkap Dampak Ekonomi di Kupang-Jayapura Sejak Adanya Grab

Atta Kharisma - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 23:00 WIB
Riset UI Ungkap Dampak Ekonomi di Kupang-Jayapura Sejak Adanya Grab
Foto: Dok. Grab

Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan kalau temuan riset LPEM FEB UI tersebut menjadi motivasi bagi Grab untuk mempelopori lebih banyak solusi digital guna mendukung majunya ekonomi digital.

"Hasil riset LPEM FEB UI merefleksikan kuatnya komitmen Grab untuk Indonesia. Temuan bahwa Grab telah mendorong geliat ekonomi di Jayapura dan Kupang menyemangati kami untuk terus mempelopori lebih banyak solusi digital untuk mendukung majunya ekonomi digital, dan menjadi platform terpercaya masyarakat Indonesia," ujarnya.

Kehadiran Grab turut meningkatkan penggunaan teknologi dan ponsel cerdas di Kupang dan Jayapura. Hasil riset menunjukkan bahwa tingkat penggunaan teknologi Internet dan ponsel cerdas para mitra merchant di Kupang dan Jayapura telah mencapai 100%, atau dua kali lipat lebih tinggi dibanding rata-rata populasi. Selain itu, 7 dari 10 mitra pengemudi Grab menggunakan teknologi dengan intensitas jauh di atas pengemudi non-Grab.

Inklusi digital pun meningkat seiring dengan inklusi keuangan, sebab Grab terhubung ke berbagai layanan finansial formal. Riset menunjukkan bahwa penggunaan e-wallet mitra merchant Grab mencapai 87 poin persentase lebih tinggi dibanding non-Grab, di mana 50% dari mitra menyatakan bahwa Grab adalah alasan mereka memiliki akun keuangan digital.

Bertambahnya inklusi keuangan dan digital membawa efek luberan atau spillover positif ke kehidupan para mitra. Riset menunjukkan bahwa sekitar 60% mitra pengemudi memanfaatkan produk asuransi kesehatan yang diberikan oleh Grab untuk melindungi diri dan keluarga mereka.

Terakhir, riset juga memperlihatkan bahwa bagi mitra pengemudi dan pelanggan perempuan, ragam fitur teknologi dan kebijakan keselamatan komprehensif, termasuk safety centre dan penyamaran nomor telepon telah menjadikan pengalaman berkendara mereka lebih aman dan nyaman.

"Kami melihat masih adanya ruang untuk pelatihan kemampuan digital para mitra pengemudi dan merchant. Dengan pemahaman teknologi lebih mendalam, mereka dapat mengoptimalkan solusi teknologi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan hidup," tutur Kepala Kelompok Riset Ekonomi Digital LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin.


(akd/hns)