d'Mentor

CEO Indodax Ingatkan Trader Jangan Salah Pahami Aset Kripto

dtv - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 11:34 WIB
Jakarta -

CEO Indodax Oscar Darmawan mendukung keputusan MUI dengan fatwa haram kripto sebagai mata uang dan perdagangan yang tidak memiliki manfaat. Oleh karenanya trader dan pengguna teknologi untuk memahami lebih jauh tentang aset kripto.

"Kripto aset banyak di salah paham karena, sebuah teknologi baru jadi saya berharap trader para pengguna teknologi blockchain untuk pelajari dengan baik sejauh apa manfaat," ujar CEO Indodax Oscar Darmawan dalam acara d'Mentor detikcom, Rabu (17/11/2021).

Oscar mengatakan teknologi blokchain satu dari empat pilar yang tengah dibahas Presiden Joko Widodo dari revolusi industri 4.0. Kemajuan teknologi kelak mengubah adaptasi manusia.

"Memang tidak bisa dibantah sebuah teknologi baru tumbuh dengan semua lika-liku di masyarakat ada dukung ada yang kontra tapi yang kita harapkan semua orang bisa terbuka melihat bagaimana teknologi berjalan," papar Oscar.

Oscar mengungkapkan jika dari sisi manfaat penggunaan teknologi blockchain. Ada salah satu teknologi yang memiliki manfaatnya seperti token ethereum.

"Saya akan menyebutkan salah satu token yang bermanfaat yaitu token ethereum misalnya. Untuk menggunakan teknologi daripada blockchain ethereum sendiri, itu orang harus mempunyai token ethereum, ethereum itu sendiri adalah sebuah sistem operasi di mana seseorang bisa membuat semacam aplikasi sosial media di atas ethereum, seperti facebook, supply game, dan lainnya. Jadi untuk menggunakan jaringan blockchain, kita harus menggunakan token tersebut," paparnya

Oleh karena itu Oscar mendukung fatwa dari MUI tentang kripto sebagai mata uang, perdagangan mata uang kripto yang tidak memiliki dasar pemanfaatan. Fatwa itu dinilai sebagai peringatan agar tidak disalahgunakan pemanfaat teknologi blockchain.

"Kita sekali lagi menghargai dan berterima kasih dengan MUI yang sudah mengingatkan teknologi untuk tidak untuk mata uang tetapi lebih sebagai teknologi yang bermanfaat sehingga tidak diperdagangkan," pungkasnya.

(edo/gah)