Inflasi RI Rendah, Kok BI Malah Nggak Happy?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 13:54 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia, lgo bank indonesia, bi, gedung bank indonesia di Jakarta
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2021 tercatat inflasi 0,12% month to month dan 0,93% year to date (ytd). Lalu secara tahunan inflasi tercatat 1,66% yoy, naik dibandingkan inflasi September 2021 sebesar 1,6%.

Catatan angka inflasi itu masih di bawah perkiraan Bank Indonesia (BI). "Range kita 2%-4%, artinya kalau di bawah 2% sebenarnya bagi bank sentral tidak happy," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam acara OJK Mengajar, Jumat (19/11/2021).

BI ternyata tidak bahagia dengan situasi inflasi nasional yang amat rendah. Ini menunjukkan ekonomi tidak sepenuhnya pulih seperti yang diharapkan.

"Range kita 2-4%. artinya kalau di bawah 2%, sebenarnya bagi kami di bank sentral tidak happy," tutur Dody.

Dia mengungkapkan, dengan inflasi yang rendah ini, artinya permintaan masyarakat masih rendah dan ekonomi belum berjalan. "Kita minta yang fit di Indonesia kisaran 2%-4%, jika di batas bawah 2% sudah cukup baik," ujar dia.

Kondisi ekonomi Indonesia sebetulnya mulai menunjukkan pemulihan pada kuartal II 2021. Tapi kembali lesu karena masuknya serangan varian Delta COVID-19 yang terpaksa harus dilakukan pengetatan mobilitas masyarakat.

Karena itu bank sentral saat ini masih mendalami lebih lanjut kondisi tersebut. Sehingga mengeluarkan bauran kebijakan untuk solusi mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

"Kuncinya sekarang demand ini tumbuh, atau jangan-jangan demand sudah mulai tumbuh, jangan-jangan ada isu dengan supply-nya. Apakah supply-nya gak mampu untuk menahan kenaikan permintaan," jelas dia.

Perkiraan BI, inflasi akan meningkat pada 2022 yaitu 2-4% seiring dengan perkembangan global dan pemulihan ekonomi nasional.

Lihat juga Video: Jokowi Minta Waspada Kuartal III-2021, Ada Apa?

[Gambas:Video 20detik]



(kil/das)