Kejar Target, Pemerintah Kebut Vaksinasi COVID-19 Luar Jawa dan Bali

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 16:02 WIB
Doctors wearing PPE uniforms white gloves are inoculating the arm muscles to prevent COVID 19.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Worayuth Kamonsuwan
Jakarta -

Pemerintah terus menggenjot program vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat. Sebanyak 70% penduduk Indonesia ditargetkan sudah divaksin dosis pertama pada akhir 2021 ini.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah memang terus menyuntikkan vaksin demi mencapai kekebalan kelompok. Saat ini vaksin per hari sempat menyentuh 1,9 juta dosis per hari.

"Belakangan ini memang sempat menurun, tapi terus diperluas ke daerah remote dan ini terus meningkat dan terkonsentrasi di Jawa dan Bali," kata dia dalam webinar, Jumat (19/11/2021).

Suahasil mengungkapkan daerah luar Jawa Bali dan Kepulauan membutuhkan waktu untuk proses vaksinasi. Karena itu saat ini proses vaksin tak cuma dari tenaga kesehatan tapi TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN dan swasta turut terlibat.

Dalam proses pengiriman dan penyimpanan vaksin harus dilakukan seaman mungkin. Karena itu PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo bersinergi dengan PT Biofarma dalam hal pengiriman.

Kerja sama ini untuk mengcover asset atau gudang stock penyimpanan vaksin COVID-19 dan asuransi pengangkutan barang (Marine Cargo) untuk vaksin COVID-19 milik Biofarma.

Pimpinan Cabang Askrindo Bandung Mohammad Wafdy mengungkapkan mengatakan bahwa kerjasama Askrindo sebagai anggota Holding Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) dengan Biofarma ini telah dilakukan saat vaksin COVID-19 mulai masuk ke PT Biofarma yakni di tahun 2020 hingga sekarang.

"Aset milik Biofarma yang dijamin Askrindo antara lain yaitu Gudang Stock penyimpanan Vaksin COVID-19, serta Askrindo juga mengcover pengangkutan vaksin COVID-19 ke Biofarma dari kedatangan Soekarno-Hatta," ujar Wafdy.

Wafdy juga menambahkan bahwa nilai pertanggungan atas asuransi asset dengan produk Property All Risk (PAR) dan Polis Standar Asuransi Gempa Bumi Indonesia (PSAGBI) tersebut mencapai Rp 1,7 triliun. Selain itu nilai pertanggungan untuk Asuransi Pengangkutan Barang (marine Cargo) sekitar Rp 1,3 Trilyun.

"Kami mengharapkan semua pihak jangan melihat ini dari sisi bisnis yang menguntungkan semata, karena ini juga termasuk menjalankan misi kemanusiaan. Dan penjaminan pengiriman vaksin Covid-19 ini merupakan misi kemanusiaan yang membutuhkan sinergi seluruh pihak," ujarnya.

Wafdy melanjutkan, Askrindo Cabang Bandung telah bekerjasama dengan PT Bio Farma sejak tahun 2016 dengan beberapa produk antara lain Marine Cargo, Property (PAR + PSAGBI) dan Moveable All Risk. "Kedepan rencana kami akan mengembangkan sinergi asuransi dengan PT Bio Farma dalam produk PAR + PSAGBI dengan lokasi cluster yang berbeda. Karena pada saat ini, kami mengcover untuk Asuransi property pada cluster B komplek gedung Biofarma di Pasteur, Bandung," tutup Wafdy.

(kil/das)