Jika Dipecat MU, Solskjaer Bakal Kehilangan Duit Rp 573 Miliar

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 21 Nov 2021 13:01 WIB
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 19:  Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United acknowledges the fans after his sides during the Premier League match between West Ham United and Manchester United at London Stadium on September 19, 2021 in London, England. (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Foto: Getty Images/Julian Finney
Jakarta -

Kabar tak mengenakan tengah menimpa Ole Gunnar Solskjaer. Dia dikabarkan terancam dipecat dari posisinya sebagai manajer Manchester United.

Jabatan sebagai manajer tim Setan Merah tentu sangat disayangkan jika harus melayang. Bukan hanya gengsinya saja, tapi juga secara finansial.

Solskjaer merupakan manajer dengan bayaran tertinggi ketiga di liga Inggris. Dia hanya tertinggal dari Pep Guardiola dan Jurgen Klopp.

Solskjaer sendiri pada Juli 2021 kemarin baru saja memperpanjang kontraknya di MU selama 3. Dengan kontrak itu seharusnya dia bisa melatih MU hingga 2024.

Saat menandatangani kontrak baru tersebut, tertera dia digaji MU sebesar 200.000 poundsterling per minggu atau setara 10 juta poundsterling per tahun.

Artinya, seharusnya Solskjaer masih bisa meraup pemasukan dari MU sebesar 30 juta poundsterling atau setara Rp 573,6 miliar karena masih tersisa 4 tahun lagi. Namun pendapatan itu akan melayang jika Solskjaer jadi dipecat.

Dari segi keuangan Solskjaer juga mengalami penurunan. Melansir Weall Follow United kekayaan pria asal Norwegia itu saat ini mencapai 2 juta poundsterling atau setara Rp 38,24 miliar.

Kekayaan bersihnya itu berbanding terbaik ketika Solskjaer masih berjaya sebagai pemain. Dia pernah memiliki nilai transfer seharga 10 juta poundsterling pada 2010.

Solskjaer adalah salah satu pemain yang cukup tenar di masanya. Sebagian besar karirnya dia habiskan merumput bersama MU.

Pemain asal Norwegia itu membuat 365 penampilan di semua kompetisi, mencetak 126 gol dan membuat 59 assist. Dia menghabiskan 11 tahun di Old Trafford sebelum gantung sepatu pada tahun 2007.

(das/zlf)