Mati-matian Benahi Garuda, Irfan Curhat Makin Kurus hingga Kurang Tidur

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 22 Nov 2021 09:35 WIB
Jakarta -

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tetap optimis bisa menyelesaikan persoalan berat yang dipikul di pundaknya. Dia yakin maskapai pelat merah tersebut bisa selamat dari kebangkrutan dan berubah dari rugi jadi untung.

Irfan mengakui memang jalan yang harus ditempuh untuk melewati ini sangat tidak mudah sehingga waktu yang dilalui terasa lebih lama. Menilainya ini sebagai amanah, dia pun mengaku akan menyelesaikannya dengan sepenuh hati dan kemampuan demi asas profesionalisme.

"Karir profesional saya 30 tahun lebih. Jadi dua tahun ini rasanya lebih lama daripada 28 tahun yang lainnya. Mudah-mudahan Anda bisa dengan mudah menyimpulkan pernyataan saya ini. Memang tidak ada yang menyangka seperti ini, tapi ya harus dihadapi karena ini sudah ditunjuk, sudah diterima, siap gitu," kata Irfan dalam program Blak-blakan detikcom yang tayang Senin (22/11/2021).

Irfan senang karena sekelilingnya mendukung untuk membuat Garuda bertahan seperti pemerintah, manajemen, pemegang saham, hingga penumpang. Dia juga mengaku bersyukur masih dipercaya oleh Kementerian BUMN untuk menyelesaikan permasalahan Garuda ini.

"Di RUPS terakhir beberapa minggu sebelumnya saya sempat ketemu dengan Bapak-Bapak di Kementerian (BUMN). Saya cuma sampaikan bahwa 'bila bapak mau mengganti saya monggo lho saya ikhlas', ya jawabannya 'enak aja'. Jadi ya artinya mungkin menurut mereka, bukan saya yang paling hebat tapi mungkin ya selesaikanlah dulu gitu kan," tuturnya.

Selama memimpin Garuda, Irfan mengaku mengalami penurunan berat badan. Bagaimana tidak, dirinya harus putar otak menyelesaikan permasalahan Garuda yang punya utang US$ 9,75 miliar atau Rp 138,45 triliun (kurs Rp 14.200) sehubungan dengan implementasi Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 73.

"Kalau orang ketemu saya 'Fan bagus badan lo slim, diet apa?' (Saya jawab) 'ganti kerja, Anda kalau pimpin Garuda sudah pasti slim'. (Berat badan) iya turun. Saya nggak ikut program diet segala macam dan bukan saya saja, teman-teman direksi manajemen yang lain kalau Anda tanya problem utamanya mungkin kurang tidur," jelasnya.

Saat ini berbagai jalan sedang ditempuh untuk menyelamatkan Garuda seperti melakukan komunikasi insentif untuk negosiasi utang dengan lessor (pihak yang menyewakan atau menyediakan jasa pesawat) dan kreditur yang jumlahnya mencapai 800. Dia tidak mau menyerah begitu saja karena yakin setiap permasalahan diberikan kepada orang yang mampu menyelesaikannya.

"Kalau Anda percaya dengan statement bahwa problem itu dikasih ke Anda, tantangan, cobaan itu diberikan kepada orang yang mampu menyelesaikan dan sebagai profesional dengan umur saya yang mestinya sudah pensiun, tentu buat saya ini tantangan yang sangat menantang untuk membuktikan bahwa saya mampu," imbuhnya.

(aid/das)